Breaking News:

Survei KedaiKOPI: Peran Pemerintah Masih Kurang dalam Perubahan Iklim

Hanya 12,7 persen responden saja yang merasa UU Omnibus Law Cipta Kerja akan mengurangi dampak dari perubahan iklim

Penulis: Choirul Arifin
Editor: Eko Sutriyanto
Wartakotalive.com/Desy Selviany
Situasi banjir di Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (11/3/2021) pagi. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Choirul Arifin

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kalangan kaum perempuan Indonesia berpendapat, pemerintah kurang memaksimalkan peran dalam menanggulangi perubahan iklim masih kecil.

Survei Opini Perempuan yang diselenggarakan lembaga riset KedaiKOPI di lima kota besar Indonesia menunjukkan, sebanyak 55,7 persen responden menyatakan peran pemerintah kecil, sedangkan 39,0 persen menyatakan sedang, dan 5,3 persen lainnya menyatakan peran pemerintah sudah besar.

Direktur Lembaga Survei KedaiKOPI, Latifani Halim, Rabu (17/3/2021) mengatakan, opini perempuan yang menyatakan peran pemerintah masih kecil di dalam penanggulangan perubahan iklim merupakan peringatan untuk pemerintah agar lebih berperan proaktif dalam menangani masalah iklim.

Dia menjelaskan, hanya 12,7 persen responden saja yang merasa UU Omnibus Law Cipta Kerja akan mengurangi dampak dari perubahan iklim. Padahal salah satu poin utama yang di bahas UU tersebut adalah penanggulangan perubahan iklim.

Sedangkan, 56,0 persen responden lainnya merasa akan sama saja, dan 31,3% justru merasa UU tersebut akan memperburuk.

Baca juga: RI Gali Potensi Kerjasama Bidang Adaptasi Perubahan Iklim dengan Belanda

Di sisi lain, sebagian besar responden menyatakan bahwa mereka percaya dengan adanya perubahan iklim. Hal tersebut dapat terlihat dari 67,5 persen responden menyatakan percaya dan hanya 32,5 persen lainnya yang menyatakan tidak percaya.

“Hal tersebut merupakan sebuah hal positif karena masyarakat sudah sadar bahwa perubahan iklim benar terjadi” Kata Latifani.

Responden yang percaya perubahan iklim melihat hal tersebut dari adanya perubahan pada cuaca yang berubah-ubah (60,7 persen), lalu percaya saja karena memang terjadi (9,3 persen), terjadi cuaca ekstrem (8,1 persen), dan terjadi bencana alam seperti banjir, longsor, gunung Meletus (6,3 persen).

Sedangkan bagi mereka yang tidak percaya beralasan bahwa masih sama seperti yang dahulu (35,7 persen), iklim Indonesia yang hanya dua saja (24,8 persen), cuaca susah ditebak (15,5 persen), dan karena merasa tidak perubahan (8,5 persen).

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved