Breaking News:

Gejolak di Partai Demokrat

Masih Rangkul Nazaruddin, Demokrat Kubu KLB : Moeldoko Himpun Semua Kader, Tak Ada yang Dibuang

Partai Demokrat kubu KLB berniat menjadikan Hambalang sebagai starting point pihaknya dalam menjadikan Demokrat kembali

Tangkap layar YouTube Kompas TV
Juru Bicara KLB Demokrat, Muhammad Rahmad. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Demokrat kubu KLB berniat menjadikan Hambalang sebagai starting point pihaknya dalam menjadikan Demokrat kembali ke masa jayanya.

Namun, sikap itu dipertanyakan karena Demokrat pimpinan Moeldoko tersebut masih merangkul Nazaruddin yang diketahui adalah mantan narapidana kasus korupsi.

Juru bicara Partai Demokrat kubu KLB, Rahmad menegaskan dirangkulnya Nazaruddin karena Moeldoko tak membuang kader-kadernya.

"Ya jadi Pak Moeldoko ini menghimpun semua kader. Tidak ada yang dibuang. Kalau pakaiannya kotor ya kita cuci. Kita cuci, kita bersihkan, kalau sudah rapi kita pakai lagi. Kan gitu kan," ujar Rahmad, di Hambalang Sport Center, Bogor, Jawa Barat, Kamis (25/3/2021).

"Karena itu termasuk Mas Nazaruddin, itu juga diakomodir di dalam kepengurusan Pak Moeldoko dengan berbagai pertimbangan-pertimbangan strategis, dengan berbagai kebutuhan," imbuhnya.

Rahmad lantas menjelaskan bahwa salah satu alasan Nazaruddin tetap dirangkul adalah karena yang bersangkutan dianggap mampu menghadapi kader Partai Demokrat kubu AHY atau yang bermarkas di Cikeas.

"Salah satunya, salah satunya nih, yang bisa menghadapi Cikeas itu salah satunya adalah Mas Nazaruddin, karena beliau dulu Bendahara Partai Demokrat," ujar Rahmad.

Namun untuk posisi Nazaruddin dalam struktur kepengurusan Partai Demokrat kubu KLB masih tidak diungkap oleh Rahmad. Dia juga menampik posisi Bendahara Umum akan diberikan kepada Nazaruddin.

"Jadi di mana posisinya Mas Nazaruddin, nanti secara resmi sekjen Bang Jhoni Allen akan mengumumkan kepada publik dalam waktu yang secepatnya. Bendahara tidak dijabat Nazaruddin, tapi dijabat oleh putra terbaik Indonesia yang dulu pernah berpengalaman memimpin BUMN dan ahli di bidangnya," tandasnya.

Berita terkait

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved