Breaking News:

Kominfo: Pemerintah Galakkan Program Penurunan Angka Stunting

Menurutnya, penurunan angka stunting di seluruh wilayah Indonesia juga menjadi program prioritas di samping penanggulangan pandemi Covid-19.

Tribunnews/Jeprima
ILUSTRASI: Petugas medis menyuntikkan vaksin kepada seorang balita yang mengikuti imunisasi di Puskesmas Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (26/11/2020). Imunisasi rutin lengkap merupakan program vaksin dasar yang diberikan kepada bayi kurang dari 24 jam hingga anak berusia 3 tahun dengan tujuan mempertahankan tingkat kekebalan optimal sekaligus mencegah terjadinya stunting pada anak. Tribunnew/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -Direktur Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Wiryanta menegaskan pemerintah berupaya menurunkan angka prevalansi stunting 14 persen di tahun 2024.

Menurutnya, penurunan angka stunting di seluruh wilayah Indonesia juga menjadi program prioritas di samping penanggulangan pandemi Covid-19.

“Untuk mewujudkan target itu, kita butuh kolaborasi dari banyak pihak. Masyarakat harus teredukasi dengan baik untuk mencegah terjadinya stunting pada anak,” ujar Wiryanda dalam forum “Kepoin Genbest”, Rabu (31/3/2021).

Baca juga: Dukcapil Kemendagri Gelar Rakornas Terkait Penanganan Stunting dan Vaksinasi Nasional

Praktisi kesehatan yang juga publik figur dr. Lula Kamal menjelaskan, isu stunting berkaitan erat dengan masa depan anak-anak Indonesia.

Pencegahan stunting sejak dini akan mengoptimalkan potensi anak-anak Indonesia di masa mendatang.

“Lebih baik kita memahami stunting dari sekarang. Kebayang gak kalau di masa depan masih ada anak Indonesia kena stunting, tidak cerdas, maka kita akan menjadi negara yang tidak mampu bersaing,” ujar Lula.

Oleh karena itu, lanjut Lula, ibu-ibu harus segera memeriksakan anaknya ke posyandu untuk mencegah terjadinya stunting. Lula menjelaskan banyak masyarakat yang belum bisa mengidentifikasi seorang anak mengalami gejala stunting.

Baca juga: Pencegahan Stunting, Pastikan Calon Ibu Siap Hadapi 1000 Hari Pertama Kehidupan Anak

“Anak stunting itu, selain kurus dia juga pendek, terus wajahnya nampak lemas. Kalau bayi tidak naik berat badannya tiap bulan, itu sudah patut diwaspadai. Makanya penting sekali posyandu, untuk melihat tumbuh kembang anak,” ujar Lula.

Sementara, Kepala Biro Hukum dan Tata Laksana Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Hariyadi Wibowo mengakui pemahaman masyarakat terkait stunting masih rendah.

Angka stunting di Indonesia masih tinggi yaitu di angka 27 persen, sementara standar WHO dibawah 20 persen.

Keberadaan posyandu, kata Hariadi merupakan kunci untuk menekan angka stunting dan memenuhi target nasional 14 persen di tahun 2024.

“Posyandu itu milik masyarakat, makanya tinggal kesadaran masyarakat ini kita tumbuhkan, supaya senantiasa memeriksakan anaknya ke posyandu. Kita bahkan di daerah-daerah terpencil harus menjemput bola mengajak ibu-ibu untuk ke posyandu,” tutup Hariyadi.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved