Senin, 1 Juni 2026

Penangkapan Terduga Teroris

Pengakuan Dua Terduga Teroris, Ini Alasan Mereka Membuat Bom Panci

Ahmad Junaidi dan Zulaimi Agus tertangkap oleh Densus 88 Antiteror pasca bom bunuh diri di Makassar.

Tayang:
Editor: Hendra Gunawan
Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
Suasana rumah penangkapan terduga teroris 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dua terduga teroris membuat pengakuan mengejutkan.

Ahmad Junaidi dan Zulaimi Agus tertangkap oleh Densus 88 Antiteror pasca bom bunuh diri di Makassar.

Keduanya tertangkap saat penangkapan sejumlah terduga teroris di Jakarta dan Bekasi.

Ahmad dan Zulaimi diduga merakit bom untuk rencana aksi terorisme.

Ahmad Junaidi menjadi ditangkap Densus 88 Antiteror Polri di Jakarta.

Ia diketahui terlibat dalam perakitan bom aseton peroksida (TATP).

Bom jenis ini biasanya digunakan oleh para 'pengantin' dengan panci, atau biasa disebut bom panci.

Pengakuan itu diungkapkan Ahmad Junaedi dalam video yang tersebar di kalangan awak media.

Baca juga: Baznas Kerjasama dengan Bareskrim Polri Telusuri adanya Penghimpunan Zakat untuk Danai Terorisme

Dalam video itu, Ahmad mengaku pertama kali terjerumus dalam lingkaran aktivitas teroris itu saat mengikuti jamaah pengajian Yasin Walatif.

"Saya tergabung dalam jamaah pengajian Yasin Walatif di bawah pimpinan Habib HH Condet dan diadakan setiap malam Jumat bergilir ke rumah-rumah semua anggota. Jamaah pengajian," kata Ahmad.

Usai kajian keagamaan, kata Ahmad, pembahasan pun berganti mengenai isu keadaan negara.

Baca juga: FAKTA Jokowi Kirim Bantuan untuk Istri Terduga Teroris yang Terlilit Utang Bank, Diantar Staf Khusus

Yang paling disoroti, protes terhadap negara yang mulai dikuasai oleh Tiongkok.

"Setelah kajian kami banyak membahas tentang keadaan negara yang sudah dikuasai oleh Tiongkok, masalah tenaga kerja, kekayaan alam serta kekuatan industri telah dikuasai oleh Tiongkok," ujar dia.

Ia menyatakan pihaknya kemudian diajak melakukan pelacakan terhadap industri Tiongkok yang berada di Indonesia.

Tujuannya, tempat itu menjadi salah satu target untuk aktivitas terornya.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved