Cuaca Ekstrem di Indonesia Timur

BMKG: Kecepatan Pusaran Siklon Tropis Seroja di NTT saat Terbentuk Capai 85 Km/Jam

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi (BMKG), Dwikorita Karnawati menyebut, kecepatan pusaran siklon tropis Seroja saat terbentuk mencapai 85 km/jam.

Editor: Gigih
YouTube Sekretariat Presiden RI
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi (BMKG), Dwikorita Karnawati, menampilkan animasi gambaran siklon tropis Seroja yang terjadi di NTT dalam rapat koordinasi, Selasa (6/4/2021). 

TRIBUNNEWS.COM - Banjir bandang yang terjadi di sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) diketahui terjadi akibat dari fenomena alam siklon tropis Seroja.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi (BMKG), Dwikorita Karnawati menyebut, kecepatan pusaran siklon tropis Seroja saat terbentuk mencapai 85 km/jam.

"Saat terbentuk (siklon tropis Seroja) kecepatannya sekitar 85 km per jam, saat ini sudah mencapai 110 km per jam dan akan meningkat menjadi 130 km per jam kecepatan pusaran anginnya," ungkap Dwikorita dalam rapat koordinasi virtual, Selasa (6/4/2021) pagi, ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden.

Meski makin besar kecepatan pusarannya, Dwikorita menyebut siklon itu semakin menjauh dari Indonesia.

"Sehingga dampaknya diprediksi, setelah tanggal 7 (April 2021) diprediksi siklon ini sudah semakin menjauhi Indonesia, meski kecepatan makin tinggi, dampaknya semakin melemah," ungkapnya.

Dampak hari ini hingga sekitar tanggal 7 April 2021, lanjut Dwikorita, akan terjadi hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi.

"Yang dikhawatirkan, (gelombang) ini mirip tsunami, gelombang tingginya ini masuk ke darat dan dapat merusak," ucapnya.

BMKG memproyeksikan ketinggian gelombang di Samudera Hindia mencapai 6 meter.

Banjir bandang menerjang wilayah Waiwerang di Pulau Adonara Kabupeten Flores Timur pada Sabtu, 3 April 2021.
Banjir bandang menerjang wilayah Waiwerang di Pulau Adonara Kabupeten Flores Timur pada Sabtu, 3 April 2021. (Istimewa)

Baca juga: BMKG Buat Grup WA Pengungsi Korban Banjir NTT, Infokan Perkembangan Cuaca dan Peringatan Dini

Baca juga: Potret Kepala BNPB Doni Monardo Tinjau Bencana Banjir Bandang NTT

Siklon Tropis Tak Lazim

Lebih lanjut Dwikorita mengungkapkan jika siklon tropis Seroja ini tidak wajar.

Lantaran, baru kali ini siklon tropis masuk ke daratan.

"Padahal pada umumnya siklon yang terjadi tidak masuk ke daratan," ungkapnya.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi (BMKG), Dwikorita Karnawati, menampilkan animasi gambaran siklon tropis Seroja yang terjadi di NTT dalam rapat koordinasi, Selasa (6/4/2021).
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi (BMKG), Dwikorita Karnawati, menampilkan animasi gambaran siklon tropis Seroja yang terjadi di NTT dalam rapat koordinasi, Selasa (6/4/2021). (YouTube Sekretariat Presiden RI)

Dwikorita menyebut, siklon tropos sebelumnya, yaitu siklon Cempaka, yang masuk ke daratan hanya bagian ekor.

Ia menyebut, pusat siklon Cempaka berpusat di laut.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved