Breaking News:

Jokowi: Pemerintah akan Bertindak Tegas Terhadap Segala Bentuk Intoleransi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa pemerintah berkomitmen untuk terus mendorong moderasi beragama

Youtube Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo (Jokowi) 

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa pemerintah berkomitmen untuk terus mendorong moderasi beragama. Sehingga, sikap sikap intoleran tidak boleh ada di negara Indonesia.

"Sikap sikap yang tidak toleran apalagi yang disertai dengan kekerasan fisik maupun verbal harus hilang dari Bumi Pertiwi Indonesia.

Sikap keras dalam beragama yang menimbulkan perpecahan dalam masyarakat tidak boleh ada di negeri kita yang kita cintai ini," kata Jokowi dalam pembukaan Munas ke-9, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Istana Negara, Jakarta, Rabu, (7/3/2021).

Pemerintah tidak akan memberikan tempat pada tindakan-tindakan yang menjurus pada sikap intoleran.

Baca juga: Jokowi: Sebagai Anak Kandung NU, PMII Konsisten Menyebarkan Toleransi

Pemerintah, kata Jokowi, akan bertindak tegas terhadap segala bentuk sikap intoleran.

"Pemerintah akan bersikap tegas terhadap segala bentuk intoleransi yang bisa merusak sendi-sendi kebangsaan kita.

Oleh karena itu organisasi keagamaan di Indonesia harus meningkatkan moderasi beragama yang mendukung persatuan yang mendukung kesatuan kita," katanya.

Baca juga: Mendikbud Nadiem: Intoleransi Jadi Pemicu Terjadinya Perundungan di Sekolah

Presiden mengatakan bahwa kita harus berpedoman pada ajaran keagamaan yang sejuk.

Ajaran keagamaan yang ramah dan mengedepankan toleransi, menjauhi sikap yang tertutup, serta sikap yang ekslusif.

"Pemerintah sekali lagi tidak akan membiarkan tumbuhnya sikap sikap tidak toleran dan sikap sikap tertutup itu. beberapa kali sudah saya sampaikan di setiap sambutan," katanya.

Baca juga: Apa Itu Toleransi? Berikut Pengertian, Prinsip, Fungsi, dan Indikatornya

Presiden mengatakan komitmen LDII untuk menganut paradigma baru yang terbuka, toleran, dan berbhineka tunggal ika, harus terus diteruskan dan ditingkatkan lagi.

Paradigma yang sangat menghormati agama lain, dan menghormati umat Islam yang mempunyai pandangan keagamaan yang berbeda.

"Paradigma yang bersedia bekerjasama dengan ormas ormas Islam lainnya dan tentu saja jangan ada sedikitpun pandangan untuk menjauh dari kelompok-kelompok Islam yang lainnya," pungkasnya.

Berita terkait

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved