Sabtu, 30 Agustus 2025

Ingatkan Persatuan Bangsa, BPIP Sampaikan Duka Wafatnya Affan Kurniawan

BPIP menekankan pentingnya ruang dialog yang jujur, terbuka, dan berkeadilan antara rakyat dan para pemangku kepentingan, seperti pemerintah dan DPR.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Erik S
/Wartakota/Yolanda Putri Dewanti
Jenazah Affan Kurniawan Driver Ojol disemayamkan di rumah duka, Jalan Cepu III, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (29/8/2025). Affan Kurniawan meninggal dunia dilindas kendaraan taktis Barracuda milik Brimob saat kericuhan di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis malam (28/8/2025). (Wartakota/Yolanda Putri Dewanti) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden yang terjadi dalam aksi demonstrasi pada 28 September 2025, yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa. 

Affan Kurniawan (21), seorang pengemudi ojek online, meninggal dunia akibat dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob. 

"BPIP menyampaikan prihatin dan duka cita mendalam atas jatuhnya korban saat demo terjadi, khususnya atas meninggalnya saudara kita Affan Kurniawan, pengemudi ojek online (ojol)," ujar Kepala Biro Fasilitasi Pimpinan, Hubungan Masyarakat, dan Administrasi BPIP, Mahnan Marbawi, melalui keterangan tertulis, Sabtu (30/8/2025).

Baca juga: Didampingi Menhan, Prabowo Melayat ke Rumah Duka Affan Kurniawan

Mahnan mengingatkan pentingnya persatuan bangsa di tengah situasi seperti ini. 

"BPIP mengimbau semua pihak untuk mengedepankan persatuan dan mengutamakan kepentingan bangsa,” ujar Mahnan. 

Dirinya menegaskan bahwa dalam menyuarakan aspirasi, masyarakat perlu tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, persatuan, dan semangat gotong royong yang merupakan jati diri bangsa Indonesia. 

Lembaga ini mendorong agar segala bentuk kebijakan dan tindakan, termasuk oleh negara, harus berpijak pada penghormatan terhadap martabat manusia dan perlindungan terhadap seluruh warga negara.

"Sebagai bangsa yang menjunjung tinggi demokrasi yang berkeadaban, sudah sepatutnya aspirasi kita sampaikan dengan budaya kesantunan yang mengedepankan persatuan nasional, bukan perpecahan," katanya.

"Membangun kepercayaan bersama dalam penyelesaian persoalan bangsa adalah kunci memperkokoh kesatuan dan persatuan menuju keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tambahnya. 

BPIP juga menekankan pentingnya ruang dialog yang jujur, terbuka, dan berkeadilan antara rakyat dan para pemangku kepentingan, seperti pemerintah dan DPR.

Baca juga: Tragedi Driver Ojol Affan Kurniawan, Indonesia Berduka, Usut Tuntas

Langkah ini agar suara nurani masyarakat tidak hanya didengar, tetapi dijadikan landasan dalam pengambilan kebijakan yang berpihak pada kepentingan bersama.

"Semoga bangsa Indonesia dapat melewati masa-masa sulit ini dengan damai, bermartabat, dan tetap teguh sebagai satu kesatuan bangsa," pungkas Mahnan.
 

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan