Cuaca Ekstrem di Indonesia Timur

4,6 Ton Bantuan Logistik Dikirim PMI ke Lokasi Bencana di NTT dan NTB

Sebanyak 4,6 ton logistik bantuan bencana dikirimkan Palang Merah Indonesia (PMI) ke Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Barat (NTB) via kargo maskapai Citi

Dok PMI
Sebanyak 4,6 ton logistik bantuan bencana dikirimkan Palang Merah Indonesia (PMI) ke Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Barat (NTB) via kargo maskapai Citilink, Kamis (8/4/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebanyak 4,6 ton logistik bantuan bencana dikirimkan Palang Merah Indonesia (PMI) ke Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Barat (NTB) via kargo maskapai Citilink, Kamis (8/4/2021).  

Bantuan berupa kebutuhan dasar bagi penyintas itu akan didistribusikan ke lokasi bencana banjir bandang NTT dan NTB

Staf Logistik Markas Pusat PMI Ilham Huznul menyebut sejumlah wilayah yang dinilai terdampak parah bencana banjir bandang di NTT dan NTB telah dipetakan PMI untuk disalurkan bantuan. 

"Seperti pengiriman sebelumnya, muatannya ada paketkesehatan, selimut, dan terpal," kata Ilham dalam keteranganya, Jumat (9/4/2021).

Ilham mengatakan sejumlah wilayah itu yakni Flores Timur, Lembata, Kota Kupang, Malaka, Dompu, dan Bima.

Ilham menambahkan, logistik bantuan bencana tersebut akan dikirim berkala hingga 10 April. 

Puluhan relawan dan tenaga medis dikerahkan PMI dalam Tanggap Darurat Bencana (TDB) Banjir NTT dan NTB

"Pengiriman via kargo pesawat ini merupakan dukungan maskapai Citilink," katanya. 

Baca juga: 6 Ekor Anjing Pelacak Dikerahkan Cari Jasad Korban Banjir di Ile Ape Kabupaten Lembata

Maskapai grup Garuda tersebut menggratiskan sejumlah penerbangan kargo bantuan PMI ke wilayah bencana tersebut. 

Sebelumnya, PMI juga telah mendistribusikan 400 paket kesehatan, 400 helai selimut, 400 terpaulin, dan 200 jas hujan ke sejumlah wilayah terdampak bencana di NTT dan NTB.  

Tak cuma bantuan logistik, PMI juga mengerahkan relawan dan tenaga medis dalam respons bencana tersebut. 

Hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Timur (NTT) menyebabkan banjir bandang. Lebih dari 80 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut. 

Berdasarkan data mutakhir Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Senin (7/4/2021) sore, sebanyak 68 orang meninggal dunia akibat bencana di NTT.  

Dari bencana tersebut juga, diperkirakan sebanyak 938 keluarga atau 2.655 jiwa terdampak. 

Sementara di NTB,  dilaporkan sebanyak 2 orang meninggal dan 28.808 lainnya terdampak. 

Selain korban jiwa,  bencana tersebut juga mengakibatkan ribuan rumah dan fasilitas umum rusak.  

Di NTB, 9.427 rumah, 4 jembatan, 7 gedung sekolah, 1 tempat ibadah, 2 gedung kantor, dan 319 hektar pertanian terdampak bencana tersebut. 

Sementara di NTB, sebanyak 830 rumah dan 6 jembatan rusak diterjang banjir. 

"Berdasarkan data sementara, sejumlah wilayah yang paling terdampak di NTB yakni Kabupaten Bima, Dompu, dan Kabupaten Lombok Utara. Kemudian di NTT, wilayah tersebut yakni Kabupaten Flores Timur, Sumba Timur, Alor, Kota Kupang, dan Kabupaten Lembata," ujar Ilham.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved