Breaking News:

Gejolak di Partai Demokrat

Darmizal Sebut Orang Dekat yang Menjerumuskan SBY Mendaftarkan Merek Partai Demokrat

Darmizal menilai, pendaftaran Partai Demokrat ke Kememkumham oleh SBY atas nama pribadi adalah kejadian yang unik.

Tribunnews/Herudin
Inisiator Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang seperti Darmizal serta pendukung KLB lainnya menggelar konferensi pers di Jakarta, Selasa (9/3/2021). Dalam konferensi pers tersebut, Partai Demokrat versi KLB menyatakan bahwa KLB yang mereka adakan sah dan sesuai dengan AD/ART partai. Tribunnews/Herudin 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pendiri sekaligus inisiator Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang, Darmizal menyoroti langkah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mendaftarkan merek Partai Demokrat ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kemenkumham atas nama pribadi.

Menurut Darmizal, tindakan SBY itu merupakan dorongan dari orang dekat yang ingin membuat malu keluarga Cikeas.

"Saya rasa ini memang sudah jalan dan petunjuk Tuhan, karena tanpa sengaja kami temukan pendaftaran tersebut, ketika Jubir PD KLB membuka link Dijen HKI untuk mencari sesuatu. Atas hal tersebut, saya melihat bahwa ada upaya dari orang dekat SBY, yang memberikan arahan atau masukan tidak tepat, yang tentu dampaknya akan membuat malu Cikeas," kata Darmizal melalui keterangannya, Senin (12/4/2021).

"Orang dekat SBY seperti Syarief Hasan sebagaimana pengakuannya yang sama-sama kita ketahui dari berbagai media, patut diduga sebagai pihak yang menjerumuskan SBY," imbuhnya.

Baca juga: Kubu Moeldoko: SBY Linglung Daftarkan Merek dan Lukisan Demokrat ke Dirjen Kekayaan Intelektual

Baca juga: AHY Masuk 5 Besar Capres Potensial, Ini Kata Politikus Demokrat

Darmizal menilai, pendaftaran Partai Demokrat ke Kememkumham oleh SBY atas nama pribadi adalah kejadian yang unik, bahkan mungkin sebagai yang pertama di Indonesia dan dunia.

Darmizal menganggap tindakan memalukan itu tentu akan sangat merugikan tidak hanya bagi SBY, tapi juga Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (EBY) untuk jangka waktu yang panjang.

"Ini sangat paradoks dengan pengakuan Pak Bambang, pada tahun 2002-2003, SBY masih dikenal sebagai Pak Bambang atau Pak Sus. Ketika itu, sebagai Menkopolhukam, era Presiden Megawati. SBY, menjelaskan dengan tegas tidak terlibat sama sekali dalam pendirian Partai Demokrat. Belakangan SBY dan keluarganya justru mempertontonkan sikap yang sangat terbalik, yaitu seakan menjadi penguasa tunggal PD sepanjang masa," ucap Darmizal.

Lebih lanjut, baginya beruntung KLB Deli Sersang berjalan lancar dan sukses, yang menjadi solusi terbaik mengembalikan Partai Demokrat sebagai milik semua kader dan masyarakat Indonesia.

"Seharusnya SBY peka terhadap orang-orang di sekitarnya yang memberikan masukan ngawur. Lihat saja sekarang, banyak pihak yang berkomentar negatif atas tindakan tersebut. Ini tentu hal yang sangat memalukan, apalagi terhadap mantan Presiden yang berkuasa 10 tahun lamanya. Syarief Hasan harusnya sudah dicopot atas kejadian tersebut," kata Darmizal.

Penulis: chaerul umam
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved