Breaking News:

Penanganan Covid

Vaksin Sinovac Belum Bisa Jadi Syarat Umrah, Wapres Minta Menkes Lobi Arab Saudi dan China

Wakil Presiden Ma'ruf Amin menginstruksikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin terkait ibadah umrah yang sudah diperbolehkan di Arab Saudi.

Tangkap layar channel YouTube Kluyuran Crew
Suasana di Ka'bah saat pandemi. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menginstruksikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menangani soal vaksinasi jamaah yang hendak umrah.

Diketahui, hanya jamaah yang sudah divaksin bersertifikat WHO yang diperbolehkan melakukan rangkaian umrah setelah Arab Saudi membuka kesempatan ibadah umrah.

Ma'ruf meminta Menkes untuk melobi pemerintah di dua negara yakni Arab Saudi dan Cina terkait hal tersebut.

"Kalau misalnya yang berhubungan dengan Arab Saudi bagaimana sebisa mungkin yang namanya vaksin yang ada di Indonesia yaitu vaksin Sinovac itu diperbolehkan, itu yang diminta oleh Wapres agar dilobi ke pemerintah arab saudi," kata Juru Bicara Wapres Ma'ruf, Masduki Baidlowi, dalam keterangan yang diterima wartawan, Kamis (22/4/2021).

Baca juga: Aturan Baru: Jamaah Umrah Wajib Punya Sertifikat Vaksin Covid-19 dari Negara Masing-masing

Sementara untuk pemerintah Cina, Wapres juga menginstruksikan Menkes agar melobi terkait produk vaksinnya.

"Lobi ke pemerintah Cina supaya bagaimana pemerintah kita mendorong pemerintah Cina agar segera melakukan proses secepatnya supaya WHO memberikan sertifikasi kepada Vaksin Sinovac," kata Masduki.

"Sehingga dengan demikian tidak ada hambatan lagi bagi jemaah umrah di Indonesia yang mau beribadah di bulan ramadan," pungkasnya.

Diketahui, sebelumnya hal ini sudah dikatakan Menteri Agama Yaqut Choli Qoumas dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VIII.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyatakan, vaksin Sinovac yang kebanyakan disuntikkan kepada masyarakat Indonesia, belum mendapat sertifikasi dari WHO.

Hal itu disampaikan Yaqut dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR, Kamis (8/4/2021).

Halaman
12
Penulis: Reza Deni
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved