Breaking News:

Polri Masih Dalami Asal Usul Kepemilikan Senpi Ilegal CEO EDCCash

Bareskrim Polri masih mendalami asal usul senjata api ilegal CEO investasi bodong EDCCash Abdulrahman Yusuf (AY).

Ria Anatasia
CEO EDCCASH Abdulrahman Yusuf bersama komunitas pemain bitcoin di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Minggu (1/9/2019) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bareskrim Polri masih mendalami asal usul senjata api ilegal CEO investasi bodong EDCCash Abdulrahman Yusuf (AY).

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Brigjen Helmy Santika menyebut penyidik masih memerlukan waktu untuk dapat mendalami asal usul senjata api tersebut.

"Senjata apinya masih dikembangkan. Biar minggu depan," kata Helmy kepada wartawan, Jumat (23/4/2021).

Lebih lanjut, Helmy menyatakan penyidik juga masih mendalami apakah Abdulrahman Yusuf memiliki keanggotan dari Persatuan Menembak dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin) atau tidak.

"Ini masih didalami. Sementara ini baru dari hasil pengungkapan ditemukan senjata api," pungkasnya.

Baca juga: Rumah, Mobil Mewah Hingga Logam Mulia Disita dari CEO EDCCash

Mobil Mewah sitaan CEO EDCCash
Mobil Mewah sitaan CEO EDCCash (Igman Ibrahim)

Sebelumnya, Bareskrim Polri juga menemukan senjata api (senpi) ilegal saat penggeledahan kediaman pasangan suami-istri AY dan S yang juga CEO investasi bodong EDC Cash.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Brigjen Helmy Santika menyebut senjata api tersebut diketahui milik tersangka AY.

"Kami juga saat melakukan penggeledahan menemeukan adanya senpi kaliber 9mm. Ini sedang kita lakukan pendalaman. Kemudian diakui bahwa senjata api ini milik tersangka AY," kata Helmy di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (22/4/2021).

Adapun senjata yang didapatkan dari tangan AY merupakan 1 pucuk senjata api Carl Walther Waffenfabrik warna hitam beserta magazine. 

Helmy menyampaikan pihaknya juga telah mendalami kepemilikan senjata api ini kepada tersangka lainnya. Hasilnya, mereka juga mendapatkan dua pucuk senjata api lainnya.

Halaman
12
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved