Breaking News:

Munarman Ditangkap Polisi

Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Sebut Munarman Punya Idealisme yang Kuat dan Friendly

Munarman telah ditangkap oleh Densus 88 Antiteror Polri di kediamannya, pada Selasa (27/4/2021) sore.

Tribunnews.com/ Igman Ibrahim
Eks Sekretaris Umum FPI Munarman ditangkap Densus 88 Antiteror Polri atas dugaan tindak pidana terorisme, Selasa (27/4/2021) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Eks Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman telah ditangkap oleh Densus 88 Antiteror Polri di kediamannya, pada Selasa (27/4/2021) sore.

Ia diduga terlibat dalam dugaan tindak pidana terorisme.

Sebagai orang yang pernah mengenal Munarman, Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Edwin Partogi mengatakan bahwa sosok Munarman merupakan orang yang memiliki idialisme yang kuat soal keadilan.

Tak hanya itu, Edwin yang pernah bersama-sama di Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) di tahun 1999 menyebut, Munarman juga memiliki konsen terhadap isu-isu lingkungan hidup maupun masyarakat.

"Munarman itu orangnya punya idialisme, sebelum di YLBHI juga di Walhi. Nah, jadi dia punya idialisme untuk isu-isu soal keadilan, lingkungan hidup maupun masyarakat," kata Edwin saat dihubungi Tribunnews.com, Kamis (29/4/2021).

Baca juga: Jadi Tersangka Terorisme, Munarman Satu Rutan Dengan Pelaku Bom Bali I Ali Imron.

 Selain itu, Edwin yang pernah sama-sama di Kontras selama lima tahun bersama Munarman, menyebut rekannya itu merupakan orang yang cukup smart.

Apalagi, sebagai berdarah Sumatera, Munarman merupakan orang memiliki sikap lugas.

"Artinya dia suka atau tidak suka terlihat jelas," tambahnya.

Meski begitu, Edwin menyebut Munarman sosok yang friendly dengan lingkungan terdekatnya.

Meski, kata Edwin, di media Munarman sering digambarkan sebagai sosok yang keras.

"Kenal dari media dan kenal sehari-hari beda. Friendly orangnya, cukup bersahabat, ngomong apa adanya," jelasnya.

Edwin pun sangat terkejut mendengar kanar penangkapan Munarman oleh Densus 88.

Karena, ia mengenalnya sebagai orang yang dekat dengan lapisan masyarakat marjinal serta tidak membeda-bedakan agama.

"Ya tentu secara pribadi mengejutkan, ya tadi saya bilang background dia di Walhi, YLBHI itu bersentuhan dengan banyak lapisan masyarakat. Kelompok-kelompok marjinal tapi tidak terklaster dalam kelompok agama," ucap Edwin.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved