Breaking News:

Lebaran 2021

Tito Minta PNS Bersyukur Terima THR Tanpa Tunjangan Kinerja

Mendagri meminta para pegawai negeri sipil (PNS) bersyukur masih mendapatkan tunjangan hari raya (THR) pada lebaran Idul Fitri 2021. 

Istimewa
Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin didampingi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian pada Pengarahan Presiden kepada Kepala Daerah di Istana Negara, Kamis (28/4/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail 

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta para pegawai negeri sipil (PNS) bersyukur masih mendapatkan tunjangan hari raya (THR) pada lebaran Idul Fitri 2021. 

Hal itu disampiakan Tito dalam acara Musrenbang 2021, yang digelar Bappenas, Selasa, (4/5/2021).

"Kita berterima kasih kepada Ibu menteri keuangan, Bapak Presiden kita masih diberikan THR di tengah situasi yang sulit seperti ini. Kita harus bersyukur betul untuk pegawai negeri," kata Tito.

Pasalnya kata Mantan Kapolri tersebut, kondisi ekonomi termasuk keuangan  negara dalam kondisi sulit. Di tengah kontraksi keuangan yang sangat berat ini, pemerintah masih membayarkan THR kepada para PNS.

Baca juga: Zulhas Ingatkan Pemerintah Ikut Perhatikan THR Buruh

"Tolong teman-teman kepala daerah sampaikan kepada rekan-rekan di daerah. Ini dalam situasi kontraksi keuangan yang berat seperti ini, negara, pemerintah masih memberikan THR di luar tunjangan kinerja. Kita harus syukuri. Kita pegawai negeri masih bisa punya THR. Negara ini bangkrut baru kita engga punya, kalu ga dapatkan," katanya.

Tito minta PNS bersyukur karena beberapa perusahaan swasta kesulitan membayarkan THR kepada karyawannya. Belum lagi apabila dibandingkan dengan karyawan yang terkena PHK, sehingga tidak mendapatkan gaji dan THR.

"Dan kalau kita melihat pihak yang lain masyarakat yang engga bekerja yang nganggur jumlahnya sekarang jutaan juga. Mereka tidak mendapatkan apa-apa. Siapa yan mau kasih THR," katanya.

Oleh karenanya Tito meminta kepala daerah untuk memberikan pengertian kepada ASN ataupun PNS mengenai pemberian THR tanpa memperhitungkan tunjangan kinerja.

"Jadi tolonglah teman-teman kepala daerah berikan pengertian kepada ASN di daerah syukurilah apa yang sudah ada. Sudah ada honor. Belanja pegawai banyak sekali porsinya dalam struktur APBD. Ini harus diperbaiki, sudah dikasih lagi THR. Sudah syukur," pungkasnya.

Baca juga: ASN Buat Petisi THR Kecil, Komisi XI DPR: Ada Ketidakadilan

Sebelumnya Pemerintah memangkas besaran THR PNS pada tahun ini cukup besar. Di mana komponen THR PNS 2021 hanya berupa gaji pokok (gapok) plus tunjangan melekat, namun tanpa menyertakan tunjangan kinerja (tukin).

Akibat ini, muncul sebuah petisi terkait kekecewaan para Pegawai Negeri Sipil (PNS) soal besaran Tunjangan Hari Raya tahun ini atau THR PNS 2021.

Dilihat di laman Change.org, Sabtu 1 Mei 2021, petisi berjudul "THR & Gaji-13 ASN 2021 Lebih Kecil dari UMR Jakarta: Kembalikan Full Seperti Tahun 2019" diinisasi oleh seseorang bernama Romansyah H.

Petisi itu sudah dibuat sejak Jumat kemarin dan kini, Sabtu pagi 1 Mei 2021, sudah mendapatkan dukungan sebanyak 11.788 orang.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved