Rabu, 6 Mei 2026

Prabowo Ungkit 'Indonesia Gelap' dan 'Kabur Aja ke Yaman', M Qodari: Poin Substansinya yang Dilihat

Kepala Bakom RI, M Qodari menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyinggung soal 'Indonesia Gelap' hingga soal 'kabur ke Yaman.'

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari meminta masyarakat untuk melihat poin substansi saja dalam pernyataan Prabowo yang menyinggung soal 'Indonesia Gelap' dan 'kabur ke Yaman'
  • Qodari menjelaskan soal pidato Prabowo saat itu yang banyak membahas program kemandirian bangsa dan hilirisasi.
  • Kemudian soal banyak orang luar negeri yang ternyata tidak senang dengan adanya program hilirisasi di Indonesia.

 

TRIBUNNEWS.COM - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari buka suara terkait pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyinggung soal 'Indonesia Gelap' hingga soal 'kabur ke Yaman.'

Kalimat 'Indonesia Gelap' dan 'kabur ke Yaman' ini diungkapkan Prabowo dalam acara Groundbreaking Proyek Hilirisasi di Cilacap, Jawa Tengah pada Rabu (29/4/2026).

Dalam pernyataan Prabowo itu, Qodari pun meminta masyarakat untuk melihat poin substansi dalam kata-kata Prabowo itu, bukan hanya soal  'Indonesia Gelap' dan 'kabur ke Yaman' saja yang dilihat.

"Jangan cherry picking satu kalimat beliau soal tadi jangan dibilang Indonesia gelap, kalau enggak suka Anda ke Yaman saja."

"Jangan itunya yang di-highlight, tetapi poin-poin substansi tadi itu harus dilihat," kata Qodari dalam acara Satu Meja The Forum Kompas TV, Rabu (29/4/2026) malam.

Lebih lanjut Qodari menjelaskan soal pidato Prabowo saat itu yang banyak membahas program kemandirian bangsa dan hilirisasi.

Kemudian soal banyak orang luar negeri yang ternyata tidak senang dengan adanya program hilirisasi di Indonesia.

"Karena selama ini mereka mengambil manfaat dengan kita kirim bahan mentah. Nah sekarang Presiden tidak mau, mau membangun nilai tambah lewat apa? Hilirisasi."

"Jadi kalau di luar itu ada yang tidak senang kemudian ya dia subversi dia infiltrasi dan seterusnya kita enggak boleh naif juga begitu," jelas Qodari.

Baca juga: Pidato Lengkap Prabowo Sindir Indonesia Gelap: Yang Matanya Buram, Kau Kabur Saja ke Yaman

Pidato Prabowo Sindir 'Indonesia Gelap' dan 'Kabur ke Yaman'

Presiden Prabowo Subianto saat melakukan groundbreaking proyek hilirisasi nasional tahap II di Refinery Unit IV Cilacap, Provinsi Jawa Tengah pada Rabu (29/4/2026). Dalam sambutannya, Presiden menekankan bahwa setiap proyek strategis harus terus dievaluasi secara objektif dan ilmiah, seiring dengan kemajuan teknologi yang berlangsung cepat. 
GROUNDBREAKING - Presiden Prabowo Subianto saat melakukan groundbreaking proyek hilirisasi nasional tahap II di Refinery Unit IV Cilacap, Provinsi Jawa Tengah pada Rabu (29/4/2026). Dalam sambutannya, Presiden menekankan bahwa setiap proyek strategis harus terus dievaluasi secara objektif dan ilmiah, seiring dengan kemajuan teknologi yang berlangsung cepat.  (Sekretariat Presiden)

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato pada  groundbreaking proyek hilirisasi nasional tahap II di Refinery Unit IV Cilacap, Provinsi Jawa Tengah pada Rabu, 29 April 2026.

Dalam sambutannya, Presiden menekankan bahwa setiap proyek strategis harus terus dievaluasi secara objektif dan ilmiah, seiring dengan kemajuan teknologi yang berlangsung cepat.

Selain itu, Prabowo juga menyoroti soal perang di sejumlah negara di dunia.

"Perdamaian Sangat mahal. Lihat berita tiap hari, lihat berita tiap hari. Lebanon, Sudan, Somalia, Yaman, Lebanon, Irak, Afghanistan, Balochistan."

Baca juga: Prabowo Sindir Narasi Indonesia Gelap: Mungkin Ada yang Mau Kabur ke Yaman, Silakan

"Mana negara yang tidak perang? Iran. Mana negara yang tidak perang? Kita jaga bangsa kita. Jaga bangsa kita," kata Prabowo.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved