Breaking News:

Penanganan Covid

Jangan Abaikan Protokol Kesehatan, PDPI Ingatkan Ancaman Gelombang Kedua Covid-19

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) mengingatkan ancaman gelombang kedua Covid-19 juga bisa terjadi di Indonesia.

(Shutterstock/Petovarga)
Ilustrasi virus corona, gejala virus corona, gejala Covid-19, pasien virus corona 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) mengingatkan ancaman gelombang kedua Covid-19 juga bisa terjadi di Indonesia.

Ketua Umum PDPI Agus Dwi Susanto mengatakan, adanya mobilitas yang tinggi di masyarakat telah terbukti meningkatkan kasus aktif virus corona.

Seperti terjadi dalam beberapa hari terakhir ini mulai dari munculnya klaster perkantoran, klaster buka puasa bersama, klaster Takziah, bahkan klaster Mudik di Pati, Jawa Tengah pada akhir April lalu.

"Pelajaran yang mahal sudah kita dapatkan dari India, di mana sebelumnya diketahui adalah salah satu negara dengan Testing, Tracing, dan Treatment (3T) terbaik di dunia. Akan tetapi, akibat kelalaian dengan adanya acara-acara kumpul masa sejak bulan Maret hingga April lalu," tegas Agus dalam konferensi pers virtual, Rabu (5/5/2021).

Baca juga: Imbauan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia: Jangan Mudik, Lakukan Silaturahmi Virtual Saat Lebaran

PDPI memandang, perilaku masyarakat 2 minggu ke belakang, dengan semakin kentalnya suasana Ramadan, semakin banyak pula kegiatan-kegiatan kumpul massa seperti buka puasa bersama, berdesak-desakan di pusat perbelanjaan, hingga mudik ke kampung halaman tanpa kepatuhan terhadap protokol kesehatan yang baik.

"Ini dikhawatirkan menjadi potensi terjadinya ledakan kasus baru Covid-19, seperti yang sudah terjadi di India. Jangan sampai tragedi di India terulang di Indonesia," kata dia.

Apalagi kini sudah terdeteksi 10 kasus varian baru di Indonesia.

"Kita belum mengetahui secara persis sifat varian baru ini, apakah varian tersebut dapat meningkatkan penularan, atau dapat menurunkan efektivitas vaksin atau meningkatkan keparahan manifestasi Covid-19," jelas dr.Agus.

PDPi berharap, masyarakat tidak boleh lengah hanya karena jumlah kasus baru sempat turun, atau karena sudah divaksin.

"Jika kita lengah sedikit saja, ancaman gelombang kedua dari pandemi COVID-19 di Indonesia dapat menjadi kenyataan Jangan sampai terlena, kasus baru COVID-19 di Indonesia bisa kembali naik. dan bisa terus melonjak apabila kita lengah dan tidak konsisten menjalankan protokol kesehatan," harap dia. 

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved