Breaking News:

Penyidik KPK Memeras

KPK Periksa Sekda Cimahi Terkait Kasus Suap Penanganan Perkara

Namun, tak tertutup kemungkinan pemeriksaan ini untuk mendalami pengakuan Wali Kota nonaktif Cimahi Ajay Muhammad

Tribunnews/Irwan Rismawan
Tersangka Penyidik KPK, Stepanus Robin Pattuju meninggalkan Gedung KPK usai menjalani pemeriksaan, di Jakarta Selatan, Senin (26/4/2021). Stepanus Robin Pattuju diperiksa perdana usai ditetapkan tersangka oleh KPK dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji oleh penyelenggara negara terkait penanganan perkara Wali Kota Tanjung Balai Tahun 2020-2021. Tribunnews/Irwan Rismawan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap lima pejabat Pemerintah Kota Cimahi sebagai saksi kasus dugaan suap penanganan perkara yang menjerat penyidik KPK asal Polri, AKP Stepanus Robin Pattuju, Rabu (5/5/2021).

Kelima pejabat Pemkot Cimahi itu, yakni Sekda Kota Cimahi Dikdik Suratno Nugrahawan; Kepala Dinas PMPTSP Kota Cimahi, Hella Haerani ; Kepala Dinas PUPR Kota Cimahi, Meity Mustika; Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi, Muhammad Roni; dan Asisten Daerah Ekonomi Pembangunan, Ahmad Nuryana.

Baca juga: Ketua KPK Ungkap Azis yang Mengenalkan AKP Stepanus kepada Wali Kota Tanjungbalai Syahrial

Mereka akan diperiksa di Kantor Wali Kota Cimahi.

"Hari ini (5/5/2021) pemeriksaan saksi SRP (AKP Stepanus Robin Pattuju) TPK suap terkait penanganan perkara Wali Kota Tanjungbalai Tahun 2020-2021, pemeriksaan dilakukan di Kantor Wali Kota Cimahi," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (5/5/2021).

Baca juga: KPK Dalami Kongkalikong Penyidik Stepanus Robin dan Maskur Husain Hentikan Perkara di Tanjungbalai

Belum diketahui secara pasti kaitan lima pejabat Cimahi tersebut dengan kasus yang menjerat Stepanus.

Namun, tak tertutup kemungkinan pemeriksaan ini untuk mendalami pengakuan Wali Kota nonaktif Cimahi Ajay Muhammad yang menjadi terdakwa perkara dugaan suap perizinan proyek RSU Kasih Bunda.

Baca juga: Pekan Ini, Dewas KPK Bakal Periksa Pelanggaran Etik AKP Stepanus Robin

Dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Bandung, pada Senin (19/4/2021) lalu, Ajay mengaku dimintai uang Rp1 miliar oleh oknum yang mengaku KPK.

Uang itu diperlukan untuk meredam OTT KPK.

Berita lainnya: Wajah Cantik Eva Seketika Terbakar Usai Disiram Bensin dan Disulut Api, Mengebul Saat Dipadamkan

Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved