Breaking News:

Menko PMK Ajak Warga Alor yang Terdampak Siklon Seroja Bangkit Kembali

Berdasarkan pantauan dari helikopter menjelang mendarat di Pulau Pantar, kerusakan memang meluas.

Sekretariat Kabinet
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi wilayah terdampak bencana yang disebabkan oleh siklon tropis Seroja di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (9/4/2021). Tepatnya di Desa Amakaka, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meninjau lokasi terdampak bencana badai siklon tropis Seroja di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam sambutannya di depan warga, Muhadjir mengajak warga Alor untuk bangkit kembali.

Muhadjir pun mempersilakan Bupati Amon Djobo tak segan-segan menghubungi dirinya. Muhadjir akan menghubungkan keperluan itu dengan kementerian dan lembaga, setidaknya yang berada di bawah koordinasi Kemenko PMK termasuk BNPB.

Baca juga: Korban Badai Siklon Seroja NTT dapat Bantuan Rp 148 Juta

Baca juga: Usai Badai Seroja, KKP Pantau Kondisi di Taman Nasional Perairan Laut Sawu

Baca juga: Tinjau BTS yang Terdampak Badai Seroja, Kominfo Upayakan Normalisasi Jaringan Seluler

“Yang penting bagaimana bencana ini bisa membuat warga bangkit menjadi lebih baik bersama NKRI,” tutur Muhadjir melalui keterangan tertulis, Rabu (5/5/2021).

Pada kesempatan tersebut, Muhadjir menyerahkan bantuan 200 paket sembako, cadangan beras pemerintah 58.025 kg atau senilai Rp 580 juta serta santunan ahli waris satu orang sebesar Rp15 juta.

Berdasarkan pantauan dari helikopter menjelang mendarat di Pulau Pantar, kerusakan memang meluas.

Banyak bekas aliran banjir bandang dari atas bukit dan menyapu pemukiman. Puing-puing berserakan di sekitar pantai. Topografi Pulau Pantar berbukit bukit dan pemukiman banyak dibangun di sekitar pantai.

Bupati Amon Djobo menyebut bencana siklon tropis seroja belum pernah terjadi di Provinsi NTT. Berbeda dengan gempa bumi biasa, siklon tropis seroja berbentuk banjir bandang, tanah longsor, sekaligus gelombang pasang.

Setidaknya, 2.442 rumah rusak dan 29 orang wafat serta 12 hilang. “Yang hilang sudah kami doa tutup. Yang kita urus yang masih hidup,” ujar Bupati.

Dalam perbincangan, Bupati menyatakan kegembiraannya karena Muhadjir kembali berkunjung ke Alor. Dia sebagai bupati pernah menyambut Muhadjir saat masih menjabat Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada 2015 silam.

“Waktu itu Pak Muhadjir membantu pengembangan warga kami lewat Universitas Muhammadiyah,” ucapnya.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved