Breaking News:

Mudik Lebaran 2021

Pemerintah Klaim Larangan Mudik Lebaran 2021 Diterima Baik oleh Masyarakat

Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, mengklaim masyarakat menerima baik kebijakan pelarangan mudik lebaran pada 6-17 Mei 2021.

dok.kemenhub
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. 

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah mengklaim masyarakat menerima baik kebijakan pelarangan mudik lebaran pada 6-17 Mei 2021.

Hal itu diungkapkan Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, dalam konferensi pers usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (10/5/2021).

"Kami laporkan secara umum peniadaan mudik ini mendapat penerimaan yang baik dari masyarakat," ungkap Budi Karya, dikutip dari YouTube Sekretariat Kabinet.

Penerimaan baik tersebut, lanjut Budi Karya, ditandai pada 22 April hingga 5 Mei, terjadi kenaikan jumlah mereka yang keluar dari tempat asal, yaitu 20-30 persen.

"Dan di masa 22 April sampai 5 Mei, pemerintah memberi syarat yang lebih ketat dengan melakukan PCR, antigen, dan GeNose hanya satu hari."

"Jadi banyak mereka yang tadinya pengen mudik, memajukan sebelum tanggal 6 Mei," ungkap Budi Karya.

Baca juga: Pemudik Lolos Penyekatan Naik Perahu Eretan di Perbatasan Bekasi-Karawang, Polisi Beri Respon

Petugas gabungan melakukan penyekatan pemudik di Pos Gamon, Karawang, Jawa Barat, Sabtu (8/5/2021) malam. Dalam penyekatan pemudik yang mayoritas pengendara roda dua tersebut, pemudik diarahkan untuk memutar balik menuju Jakarta, namun banyak pemudik yang menerobos penyekatan ini.
Petugas gabungan melakukan penyekatan pemudik di Pos Gamon, Karawang, Jawa Barat, Sabtu (8/5/2021) malam. Dalam penyekatan pemudik yang mayoritas pengendara roda dua tersebut, pemudik diarahkan untuk memutar balik menuju Jakarta, namun banyak pemudik yang menerobos penyekatan ini. (Tribunnews/Irwan Rismawan)

Sementara itu dalam periode 6-9 Mei 2021, Budi Karya menyebut terjadi penurunan signifikan di seluruh moda transportasi.

Transportasi udara disebut Budi Karya mengalami penurunan sampai 93 persen.

Kemudian di laut dan kereta api turun sekira 90 persen.

"Di darat sedikit penurunan, sekira 40 persen," ungkap Budi Karya.

Halaman
12
Penulis: Wahyu Gilang Putranto
Editor: Pravitri Retno Widyastuti
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved