Breaking News:

Mudik Lebaran 2021

Viral Pemudik Maki Petugas, Legislator Golkar: Hargai Polisi, Mereka Juga Rindu Keluarga

Anggota DPR minta masyarakat dapat lebih menghargai aparat kepolisian yang bertugas di lapangan sesuai anjuran pemerintah.

Istimewa via Tribun Jabar
Tangkapan layar seorang wanita memarahi petugas karena tak terima diminta putar balik di Kabupaten Sukabumi. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi III DPR Fraksi Partai Golkar, Andi Rio Idris Padjalangi meminta masyarakat dapat lebih menghargai aparat kepolisian yang bertugas di lapangan.

Hal itu disampaikannya merespons video viral penumpang kendaraan pribadi yang berkata kasar ke petugas penyekatan, karena menolak untuk memutar balik di titik penyekatan di wilayah Bogor, Jawa Barat dan Anyer, Banten.

"Masyarakat harus hargai aparat kepolisian yang bertugas, mereka menjalankan tugas sesuai anjuran pemerintah. Hati kecil mereka sejujurnya ingin sekali bertemu dan berkumpul bersama orang tua, anak, istrinya serta keluarganya di Hari Raya Idulfitri, karena harus menjalankan tugas, mereka rela hanya bertemu dan berkomunikasi melalui video call dan telepon," kata Andi Rio kepada Tribunnews, Senin (17/5/2021).

Pengendara asal Jakarta ini menolak diputar arah di Gadog dan mengaku sebagai asisten pribadi pejabat.
Pengendara asal Jakarta ini menolak diputar arah di Gadog dan mengaku sebagai asisten pribadi pejabat. (ISTIMEWA/RB)

Andi Rio menjelaskan, larangan mudik yang dilakukan pemerintah guna mencegah terjadinya penyebaran virus covid-19 di lingkungan keluarga tercinta.

Jangan sampai kehadiran sanak keluarga justru membawa sebuah petaka dan akhirnya membuat semua menderita.

"Mari kita bantu pemerintah untuk menanggulangi dan mencegah penyebaran virus covid-19. Semoga pandemi covid-19 dapat segera hilang dan masyarakat dapat kembali bersilaturahmi secara normal bersama sanak keluarga seperti dulu lagi," ujarnya.

Baca juga: Ulah Pengendara yang Diputar Balik di Bogor: Mengaku Tetangga Bupati dan Asisten Pejabat 

Briptu Febio Marcelino (kiri) yang dimaki-maki pria dan wanita di Pos Penyekatan Benda, Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Ia menerima permintaan maaf kedua pelaku.
Briptu Febio Marcelino (kiri) yang dimaki-maki pria dan wanita di Pos Penyekatan Benda, Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Ia menerima permintaan maaf kedua pelaku. (Tribun Jabar)

Lebih lanjut, Andi Rio mengapresiasi langkah Polri yang selalu mengedepankan langkah persuasif kepada masyarakat dalam memberikan penjelasan di berbagai titik penyekatan di berbagai wilayah.

"Ini merupakan hal yang luar biasa dan patut kita apresiasi, ini bukti bahwa kepolisian selalu dekat dengan masyarakat, pertahankan terus profesional para anggota polri di lapangan," pungkasnya.

Penulis: chaerul umam
Editor: Theresia Felisiani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved