Breaking News:

Menkes Budi Gunadi Terkejut Diberi Data Perokok Muda di Indonesia

Menkes kaget diberikan data jumlah perokok muda di Indonesia karena privelensi merokok di kalangan anak-anak muda Indonesia sangat tinggi.

layar tangkap video
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin saat akan mendampingi Presiden Jokowi meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi seniman dan budayawan di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, Senin (19/4/2021). 

TRUBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengaku kaget ketika diberikan data jumlah perokok muda di Indonesia.

"Saya terkejut membaca datanya yang tinggi sekali privelensi merokok di kalangan anak-anak muda Indonesia," kata Menkes pada webinar terkait kampanye berhenti merokok, Selasa (1/6/2021).

Permasalahan tingginya konsumsi tembakau di Indonesia menjadi satu di antara yang tertinggi di dunia.

Baca juga: Pemerintah Didorong Sederhanakan Struktur Tarif Cukai Rokok

Berdasarkan data Kemenkes, 62 persen laki-laki dewasa perokok di Indonesia, dimana penggunaan tembakau meningkat dikalangan pemuda yang menghabiskan 6 juta tahun hidup upaya atau yang disebut disability justice years of life setiap tahunnya.

Jika melihat riset kesehatan dasar tahun 2018, terjadi tren peningkatan perokok dikalangan remaja yang menjadi objek pemerintah bagaimana agar bisa mengendalikan sedini mungkin para perokok pemula untuk tidak menjadi perokok candu.

Berdasarkan data survei Global Youth, perokok berumur 13-15 sebanyak 20,3 persen pelajar sudah merokok di Indonesia 

Ini angka yang mengejutkan karena ada sekitar 4 persen anak perempuan yang merokok.

Baca juga: Guru Besar Universitas Sahid : Pemerintah Perlu Siapkan Strategi Alternatif Turunkan Jumlah Perokok

Budi Gunadi Sadikin mengatakan selama 5 bulan diberikan amanah Presiden RI sebagai Menkes, ada 2 hal yang ia pelajari yakni untuk mengatasi pandemi dan kegiatan yang berhubungan dengan merokok. 

Kebijakan yang harus diambil berkaitan dengan hal ini menurutnya bukan hanya kebijakan yang bersifat fisik, tapi juga kebijakan yang bisa menggerakan hati.

"Bukan hanya menjelaskan secara logika, tapi juga bisa menggerakan hati bahwa ini (merokok) seharusnya tidak dilakukan," kata Budi.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved