Breaking News:

Kronologi Mensos Risma Ungkap Adanya Tekanan Bereskan Data Penerima Bansos

Awalnya, Komisi VIII DPR RI tengah membahas mengenai 21 juta data ganda penerima bansos dengan Risma. 

screenshot
Komisi VIII DPR RI memanggil Menteri Sosial Tri Rismaharini. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengungkap dirinya mendapat tekanan untuk membereskan perihal masalah 21 juta data ganda penerima bantuan sosial (bansos). 

Bagaimana kronologi awal pernyataan itu muncul dari Risma? 

Awalnya, Komisi VIII DPR RI tengah membahas mengenai 21 juta data ganda penerima bansos dengan Risma. 

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Fraksi PKB Marwan Dasopang meminta agar Risma untuk tidak melebar saat menjelaskan soal progres penyelesaian 21 juta data ganda penerima bansos. 

Sebab dia menilai Risma lebih fokus menjelaskan soal data Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Karenanya Marwan mengaku khawatir dengan penjelasan Risma yang dapat dianggap seolah-olah Kemensos dan DPR menyetujui adanya data penerima bantuan yang fiktif.

Baca juga: Ketika Mensos Risma Dicecar Anggota DPR Soal Kebijakan Tidurkan 21 Juta Data Ganda Penerima Bansos

"Ini, Ibu mengurusi yang lain seolah-olah teman-teman Kemensos dan DPR menyetujui yang fiktif, padahal ibu bicara yang lain, DTKS," ujar Marwan, dalam rapat kerja Komisi VIII DPR RI dengan Mensos, Kamis (3/6/2021). 

Tak berhenti disitu, Marwan meminta penjelasan lebih lanjut data terkait siapa-siapa saja yang seharusnya tidak menerima bansos namun masih terus menerima akibat data yang salah. 

Mendengar pernyataan Marwan, Risma lantas mengungkap bahwa sebenarnya dirinya menerima banyak tekanan terkait masalah data penerima bansos

"Saya mungkin bisa jelaskan, pak. Terus terang, pak, data ini banyak sekali tekanan, saya harus jelaskan," kata Risma.

Halaman
12
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved