Breaking News:

Seleksi Kepegawaian di KPK

75 Pegawai Tak Lolos TWK Mulai Terima E-mail soal Nasibnya di KPK

75 pegawai mulai menerima e-mail secara bertahap dan diminta berkoordinasi dengan Sekretaris Jenderal KPK Cahya Hardianto Harefa

Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama
Giri Suprapdiono 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif Giri Suprapdiono mendapat informasi soal nasib 75 pegawai tak lulus Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

Giri mengatakan 75 pegawai mulai menerima e-mail secara bertahap. Isi surelnya, mereka harus berkoordinasi dengan Sekretaris Jenderal KPK Cahya Hardianto Harefa.

"Saya mendengar beberapa orang sudah mulai mendapatkan e-mail untuk berkoordinasi dengan sekjen hari ini, apakah mereka masuk 24 kami tidak tahu," kata Giri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Giri mengaku belum bisa mengetahui apakah ia termasuk dalam daftar pegawai yang bisa dibina kembali atau tidak. Karena keputusan pimpinan belum diterimanya.

"Sampai saat ini saya belum tahu masuk 51 atau 24. Karena memang daftar 75 tidak pernah dikeluarkan secara resmi. Jadi kita hanya menerima SK (Surat Keputusan) individual. Dan SK tentang 51 dan 24 pun belum kita terima," katanya.

Namun yang bisa dipastikannya, 75 pegawai yang gagal jadi Aparatur Sipil Negara (ASN) lewat mekanisme TWK itu tetap solid. Bahkan mereka kompak menolak dibina lagi.

Baca juga: Ini Kata Giri Suprapdiono Soal Prestasi KPK yang Anjlok di Era Firli Bahuri

"Banyak 75 mengatakan kami solid, bahkan menolak ubtuk dibina lagi. Karena itu mengonfirmasi bahwa kita tidak lulus. Dan kita layak untuk dibina untuk mendapatkan wwasan kebangsaan," kata dia.

Baca juga: Penjelasan KPK Soal Debat Terbuka TWK Giri Vs Firli

Ketua Wadah Pegawai (WP) KPK Yudi Purnomo Harahap menguatkan pernyataan Giri ihwal 75 pegawai mulai menerima e-mail terkait penentuan nasib di komisi antikorupsi.

Namun ia lebih menekankan bahwa tidak ada pegawai 24 maupun 51. Soalnya, kembali ke pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi), kata Yudi, 75 pegawai tak lulus TWK harus diselamatkan dan seluruhnya diberi pelatihan.

Baca juga: Kata ICW, TWK Sengaja Disusupkan untuk Singkirkan Pegawai KPK Berintegritas 

"Ya, tadi memang benar ada e-mail kepada beberapa pegawai KPK yang tidak memenuhi syarat, ada sebagian dari 75 orang. Ya, namun apakah itu terkait dengan 24 orang, itu tidak dijelaskan seperti apa," kata Yudi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (4/6/2021).

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved