Kisah Unik
AHY Jadi Pahlawan Kelahiran Ibas, Putra Kedua SBY
Agus Harymurti Yudhoyono menjadi kurir saat ibunya, Ani Yudhoyono melahirkan adiknya, Ibas Yudhoyono.
Air ketuban pecah
Bagaimana SBY mendapat kabar mengenai kelahiran anak keduanya? Ceritanya cukup unik. Sudah menjadi kebiasaan khas prajurit untuk segera mengumumkan berita kelahiran anak ke medan tempat suami sedang berlatih atau bertempur. SBY yang saat itu sedang menjalani latihan di lapangan mendadak tersentak mendengar kabar yang disampaikan rekannya melalui telepon.
Cara sang rekan memberi kabar membuat SBY kebat-kebit. Biasanya pemberitahuan kelahiran selalu menyebut kondisi ibu dan bayinya sekaligus. Namun kali ini hanya menyatakan, “Diberitahukan, telah lahir putra kedua Letnan Satu Susilo Bambang Yudhoyono. Bayi dalam kondisi sehat.”
Hening, SBY menunggu kalimat berikutnya. Bagaimana kondisi ibu sang bayi? Setelah wajah SBY mulai memucat karena gelisah, baru si pemberi kabar melanjutkan, “Ibunya pun dalam keadaan sehat.”
SBY dihujani ucapan selamat sebelum pamit pulang untuk melihat kondisi istri dan anaknya. Orangtua Ani, Sarwo Edhie Wibowo dan Ny Sunarti Sri Hadiyah, langsung berkunjung untuk melihat cucunya yang baru lahir itu.
Berbeda dengan Ibas, AHY lahir di Klinik Bersalin Bataliyon Zeni Tempur (Yon Zipur) 3. Hanya ada satu bidan yang bertugas di situ yaitu Bidan Kokom.
“Saat tiba di klinik itu air ketubanku pecah. Aku lemas sekali. SBY cepat menggendongku dan membawa masuk ke ruang bersalin,” kenang putri ketiga Letjen Purn Sarwo Edhie Wibowo itu. Bidan Kokom segera mempersiapkan untuk membantu persalinan.
Hanya handuk, baskom berisi air hangat, dan perangkat medis sederhana. Namun Bidan Kokom yang tampak sangat berpengalaman terlihat percaya diri meski hanya ditemani perangkat bersahaja.
Ketika Ani sibuk mengejan sambal berteriak, ada dua ibu-ibu yang ikut mengantar ke klinik itu terlihat mojok di sudut ruangan dan mimiknya ketakutan.Sedang SBY berdiri di balik tirai namun terus menerus memberikan aba-aba.
“Tarik nafas!!! Tenang..!!!Dorong lagi yang kuat!!! Tarik nafas,” seru SBY. Matanya fokus ke wajahku dan terus menerus memberikan semangat. Suasananya begitu riuh, antara suara pekik kesakitan, aba-aba dari SBY, dan kalimat-kalimat penyemangat dari Bidan Kokom. Belum lagi suara dua ibu-ibu yang kadang-kadang menjerit-jerit ngeri.
Agus Harimurti lahir dengan bobot 3,65 kg. Begitu bagusnya proses kelahiran sehingga Ani Yudhoyono tidak mendapat jahitan satu pun. Menjelang kelahiran AHY, Ani sengaja tidak memberitahu orangtuanya.
“Lho kok nggak ngabari ibu menjelang kelahiran? Kan bisa ditemani,” ujar sang ibu, Ny Sunarti. Ani
beralasan ia ingin membuktikan pada ibunya, teladan kemandirian sudah terwariskan kepadanya. (*)
*Dikutip dari buku ‘Ani Yudhoyono Kepak Sayap Putri Prajurit’, karya Alberthiene Endah, Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2010.
Baca juga: Ani Yudhyono Berteriak Histeris dan Nyaris Pingsan di Kamar Mayat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/setengah-tahun-kepergian-ani-yudhoyono-aliya-rajasa-didatangi-lewat-mimpi.jpg)