Jumat, 29 Mei 2026

Kisah Unik

Ani Yudhyono Berteriak Histeris dan Nyaris Pingsan di Kamar Mayat

Ani Yudhoyono, istri Susilo Bambang Yudhoyono, punya pengalaman dicengkram tangan mayat. Ia menjerit dan nyaris pingsan. Ini kisah uniknya.

Tayang:
Penulis: Febby Mahendra
Editor: cecep burdansyah
Kolase/Instagram @aniyudhoyono
Potret lawas Ani Yudhoyono dari masa ke masa. 

TRIBUNNEWS.COM - ANI Yudhoyono alias Kristiani Herrawati (alm), istri mantan Presiden susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mempunyai kisah unik ketika ia diterima menjadi mahasiswa Fakultas Kedoktean Universitas Kristen Indonesia (UKI), Jakarta, 1971.

Putri Letjen Purn Sarwo Edhie Wibowo itu berteriak histeris dan nyaris pingsan ketika mengikuti masa prabakati mahasiswa (mapram) alias penggojlokan.

Setelah lulus dari SMA Negeri 24 Jakarta, pada 1970, Ani –panggilan akrab Kristiani Herrawati—mendaftarkan diri ke Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI). Namun belum beruntung, nama Ani tidak tercantum dalam daftar calon mahasiswa yang diterima di universitas bergengsi itu.

Tidak putus asa, anak ketiga dari enam bersaudara, kemudian mendaftar ke Fakultas Kedokteran UKI, Jakarta, dan diterima. Sebagaimana lazimnya mahasiswa baru, Ani harus mengikuti mapram yang dilangsungkan di Rumah Sakit PGI Cikini, Jakarta.

Rupanya acara mapram yang digelar para mahasiswa senior tidak hanya berlangsung pagi hingga sore hari, namun berlanjut  hingga malam hari. Ani begitu terkejut ketika tahu lokasi mapram yaitu kamar mayat di RS PGI.

Aturan mainnya, setiap mahasiswa diharuskan masuk satu per satu ke dalam kamar mayat dan akan ada komando lebih lanjut dari para senior. Setiap mahasiswa yang masuk kamar mayat hanya dibekali sebatang lilin dan korek api.

“Mendengar itu lututku gemetar seketika. Luluh lantak sudah bayangan kekuatanku menghadapi gojlokan yang semula aku pikir akan berlangsung lucu dan seru,” ujar Ani dalam buku ‘Ani Yudhoyono Kepak Sayap Putri Prajurit’Sebelum masuk, karya Alberthiene Endah, terbitan PT Gramedia Pustaka Utama, 2010.   

Sebelum masuk ke kamar mayat, para mahasiswa dikumpulkan di suatu lapangan untuk menunggu giliran.

“Satu per satu mahasiswa masuk dan telingaku mendengar jeritan  ketakutan yang mencekam dari arah dalam. Makin banyak yang menjerit, makin rontok dengkulku,” tambah Ani.

Ketika namanya dipanggil dan masuk kamar mayat, bulu kuduk Ani lan

Baca juga: Kepala Intel Jenderal Purn Yoga Sugomo Nekat Sarankan Presiden Soeharto Lengser

gsung berdiri. Tercium aroma kemenyan dan suara-sura mencurigakan.

Di dalam kamar mayat itu ada sejumlah mayat yang masih berlumuran darah. Selain itu ada mayat yang sudah tidak utuh, hilang tangannya, atau terpotong-potong.

“Jangankan menatap mayat, menjaga agar tubuh tetap tegak saja susahnya setengah mati,” kenang perempuan kelahiran 6 Juli 1952 tersebut.

Dalam kondisi mencekam itu mendadak terdengar suara, “Ayo Kristiani Herrawati, sebutkan nama mayat satu per satu.”

Tak pelak Ani harus membaca nama-nama mereka yang tertulis di masing-masing kertas karton. Tak lama kemudian muncul perintah selanjutnya,

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved