Kamis, 7 Mei 2026

Penanganan Covid

Vaksin Merah Putih Paling Cepat Disuntikkan Setelah Pertengahan Tahun 2022

Jika vaksin merah dipercepat hal itu tak jadi masalah. Namun yang terpenting adalah tetap memperhatikan aspek keselamatan.

Tayang:
Editor: Dewi Agustina
AFP/Freepik
Ilustrasi vaksin Pfizer Vaksin Covid-19 dari Pfizer terbukti 100% efektif dalam menghentikan penyakit serius akibat virus corona pada usia 12 hingga 15 tahun. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Riset dan Inovasi Laksana Tri Handoko memperkirakan Vaksin Merah Putih dapat disuntik ke masyarakat pada pertengahan 2022.

"Kalau target kita secepatnya kalau kita bicara rasional itu paling cepat bayangan saya memang tahun depan, mungkin setelah pertengahan tahun," ujar Handoko saat berbincang dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra dan Manajer Pemberitaan Tribun Network Rachmat Hidayat, Sabtu (5/6/2021).

Handoko menerangkan jika pun dapat dipercepat hal itu tak jadi masalah. Dan itu menjadi harapannya. Namun yang terpenting adalah tetap memperhatikan aspek keselamatan.

"Kalau bisa dipercepat tidak ada masalah. Moga-moga bisa lebih cepat. Tapi kan perlu realistis juga. Tapi kita tidak bisa juga sekadar cepat-cepatan. Karena harus melihat aspek keselamatan," ucap Handoko.

Sebab, ucap Handoko, penduduk Indonesia berjumlah besar. Sehingga tidak bisa Indonesia bergantung terus-terusan soal vaksin ke negara lain.

Berikut petikan wawancara bersama Kepala BRIN Laksana Tri Handoko:

Era Kemenristek/BRIN ikut tergabung dalam upaya menyediakan vaksin dan obat Covid-19. Apakah peran itu diteruskan oleh BRIN?

Jelas, justru makin kuat. Kalau dulu Kemristek memfasilitasi, yang melakukan Eijkman, LIPI, sekarang kita yang melakukan semua itu. Tidak cuma memfasilitasi.

Kami bertanggungjawab melakukan itu, secara day by day. Jadi dukungan bisa diperkuat, karena jelas sekarang. Bukan hanya untuk memfasilitasi, mengumpulkan habis itu menawarkan perlu hibah apa. Kan udah engga seperti itu.

Kita yang melakukan sekarang, para periset itu semua berada di bawah kita sekarang.

Kita tidak hanya membuat kebijakan, tapi juga melaksanakan, dan jadi pelaksananya.

BRIN Jadi tulang punggung riset penyiapan vaksin Covid-19. Bagaimana progresnya sejauh ini?

Vaksin merah putih saat ini ada 7 tim yang mengembangkan. 7 tim itu, dua di antaranya langsung berada di BRIN, yaitu timnya LIPI dan Eijkman Institute Molecular Biology.

Ditambah lima tim lain dari berbagai tim. Untuk tahun ini kita akan memfokuskan kembali dengan melakukan realokasi anggaran untuk bisa mendukung tim-tim itu semakin kuat.

Jadi mekanisme pendanaannya pun kita agak ubah. Bukan lagi berbasis hibah, tetapi langsung kita biayai per tahapan. Sehingga proses administrasi jadi lebih simpel, dan kita bisa membiayai semua tim.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved