Breaking News:

Penembakan di Papua

Polri Bakal Kawal Pembangunan di Papua dari Ancaman KKB

Rusdi mengingatkan kepada KKB bahwa Papua merupakan bagian dari NKRI. Keputusan itu telah final dan tidak boleh diganggu gugat oleh pihak mana pun.

Istimewa
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)di Papua - Terjadi kontak senjata antara aparat keamanan dari Polri dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Senin (7/6/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polri menyebut bakal mengawal pembangunan di Papua dari ancaman Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Tak boleh ada satupun kelompok yang boleh mengganggu pembangunan di tanah Papua.

"Pembangunan di tanah Papua harus tetap berjalan karena dengan pembangunan itu sendiri yang akan mensejahterakan masyarakat di Papua," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono kepada wartawan, Rabu (9/6/2021).

Rusdi mengingatkan kepada KKB bahwa Papua merupakan bagian dari NKRI. Keputusan itu telah final dan tidak boleh diganggu gugat oleh pihak mana pun.

"Kita pastikan lagi bahwa, NKRI adalah Papua. Papua adalah NKRI dan itu sudah final. Segala aktivitas pembangunan di negeri ini itu pun terlaksana di Papua," ungkapnya.

Lebih lanjut, Rusdi menyampaikan pihaknya akan menindak bagi siapapun yang menganggu upaya pemerintah membangun Papua.

"Polri beserta TNI sebagai alat negara tentunya akan melaksanakan tugas dan kewajibannya secara optimal dan akan menuntaskan segala tugas dan kewajibannya di tanah Papua," tukas dia.

Sebelumnya, Kabaintelkam Komjen Pol Paulus Waterpauw membeberkan identitas kelompok teroris KKB Papua yang masih aktif melakukan teror di tanah berjuluk mutiara hitam tersebut.

Tinggalkan Keluarga, Satgas Nemangkawi Buru Teroris KKB Bertaruh Nyawa Demi NKRI
Tinggalkan Keluarga, Satgas Nemangkawi Buru Teroris KKB Bertaruh Nyawa Demi NKRI (Dok. Stgas Nemangkawi)

Paulus mencatat sedikitnya 9 kelompok teroris KKB Papua yang masih aktif.

Namun, ada pula kelompok-kelompok yang telah memutuskan tidak aktif melakukan aksi gangguan keamanan di Papua.

Halaman
12
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved