Breaking News:

Program Pendidikan untuk Meningkatkan Literasi Teknologi Geospasial bagi Generasi Muda

Esri Indonesia meluncurkan Program Merdeka Belajar: SIG Untuk Semua yang bertujuan memberikan paparan kepada pa

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Esri Indonesia meluncurkan Program Merdeka Belajar: SIG Untuk Semua yang bertujuan memberikan paparan kepada para mahasiswa berbagai disiplin ilmu sebelum mereka memasuki dunia kerja.

Program ini diprakarsai oleh Esri Indonesia guna memperkenalkan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG) dan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mempraktekkan ilmu yang mereka pelajari di berbagai kegiatan industri.

Pencanangan program ini bertujuan untuk menjawab kebutuhan pasar akan tenaga terampil di bidang geospasial, dimana diperkirakan pangsa pasar SIG akan mencapai $21.15 milyar pada tahun 2027.

Permintaan pasar juga diharapkan akan terus meningkat di kawasan Asia Pasifik seiring meningkatnya penggunaan teknologi tersebut di bidang pertanian, transportasi dan industri konstruksi.

Dr. Achmad Istamar, CEO Esri Indonesia mengatakan, investasi yang dilakukan secara konsisten bagi generasi muda bangsa merupakan bagian dari visi besar perusahaan untuk menyiapkan generasi masa depan yang profesional di bidang geospasial.

Bahkan, Esri Indonesia telah bermitra dengan lebih dari 50 universitas yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia dan telah memberikan hampir 10.000 lisensi perangkat lunak gratis sejak tahun 2014.

Beberapa universitas yang telah menjadi mitra adalah Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Indo Global Mandiri (UIGM), Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Mulawarman (UNMUL).

“Pada umumnya, pemanfaatan teknologi SIG di Indonesia banyak digunakan untuk mendukung kegiatan pertanahan dan tata ruang namun kini telah banyak dijadikan sebagai indikator utama di berbagai organisasi komersial serta berbagai industri seperti Architecture, Engineering, and Construction (AEC), perbankan, ritel dan perkebunan”, jelas Dr. Istamar.

Sementara banyak khalayak yang sudah mengenal teknologi sistem navigasi satelit dan aplikasi pemetaan namun kemampuan berpikir secara spasial dan menganalisa juga diperlukan untuk membuka potensi data dan menciptakan solusi yang berarti dalam menjawab tantangan-tantangan di dunia nyata.

Halaman
12
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved