Sabtu, 9 Mei 2026

Program Makan Bergizi Gratis

Prabowo: Sekolah yang Merasa Perlu MBG Kita Bagikan, yang Tidak Perlu Nggak Dipaksa

Prabowo menyatakan bahwa pemerintah tidak akan memaksakan program tersebut kepada sekolah yang siswanya berasal dari keluarga mampu.

Tayang:
Penulis: Igman Ibrahim
Tribunnews.com/Taufik Ismail
Dalam kunjungannya ke Pulau Miangas Presiden Prabowo Subianto mengunjungi SMKN 2 Talaud, Miangas, Sulawesi Utara, Sabtu (9/5/2026). Prabowo Subianto menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan diprioritaskan bagi sekolah-sekolah yang membutuhkan di seluruh Indonesia. 

 

Ringkasan Berita:
  • Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan diprioritaskan bagi sekolah-sekolah yang membutuhkan di seluruh Indonesia.
  • Ia menegaskan sekolah yang tidak perlu MBG tidak dipaksa menerima.
  • Prabowo menyatakan bahwa pemerintah tidak akan memaksakan program tersebut kepada sekolah yang siswanya berasal dari keluarga mampu.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan diprioritaskan bagi sekolah-sekolah yang membutuhkan di seluruh Indonesia.

Ia menegaskan sekolah yang tidak perlu MBG tidak dipaksa menerima.

Baca juga: Kunjungi Nelayan di Gorontalo, Prabowo: Saya Sering Diejek, tapi Saya Tidak Ragu-ragu

Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat berdialog dengan warga di Kampung Nelayan Merah Putih, Gorontalo, Sabtu (9/5/2026).

Prabowo menyatakan bahwa pemerintah tidak akan memaksakan program tersebut kepada sekolah yang siswanya berasal dari keluarga mampu.

Kebijakan ini diambil agar penyaluran bantuan tepat sasaran bagi anak-anak yang memerlukan asupan nutrisi tambahan.

"Ya, nanti yang belum dicatat ya segera kita, kita segera pokoknya tahun ini semua sekolah yang merasa perlu akan kita akan berikan MBG semuanya, yang tidak perlu gapapa yakan," ujar Presiden Prabowo di hadapan para nelayan dan pejabat daerah.

Eks Danjen Kopassus itu menjelaskan lebih lanjut bahwa fleksibilitas ini diberikan karena fokus utama pemerintah adalah memperkuat fisik dan kecerdasan anak bangsa yang memiliki keterbatasan akses gizi.

"Kalau anak-anak orang kaya nggak perlu gapapa, bener, nggak dipaksa, tapi kita ingin anak-anak kita kuat, kita ingin anak-anak kita semangat, kita ingin anak-anak kita pintar, kita ingin anak-anak kita rajin belajar, betul?" tegasnya.

Baca juga: KSP Mengaku Diarahkan Prabowo Cek Celah Potensi Korupsi MBG

Selain program nutrisi, Presiden Prabowo juga menyoroti digitalisasi pendidikan melalui pengadaan Layar Pintar di setiap ruang kelas. Ia menargetkan setiap sekolah akan menerima tambahan unit perangkat interaktif tersebut mulai tahun ini.

"Mulai tahun ini tiap sekolah akan terima 3, berarti saya berharap akhir tahun ini tiap sekolah sudah ada 4 ruang kelas yang ada layar yang disebut layar pintar karena dia memang pintar kita bisa gunakan interaktif tahun depan kita tambah lagi," katanya.

Dijelaskan Prabowo, pemakaian teknologi ini diharapkan dapat membantu guru di daerah terpencil dalam mengakses materi pendidikan berkualitas dari pusat secara langsung. Pemerintah juga akan memantau kehadiran tenaga pendidik melalui sistem tersebut.

"Kita bisa monitor semua kelas kita monitor dari Jakarta jadi kalau ada guru-guru yang nggak masuk kita bisa lihat, mana guru-guru yang nggak masuk pada hari itu," pungkasnya.

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved