Breaking News:

Pajak Sembako

Fraksi NasDem Tolak Pajak Sembako dan Pendidikan, Dinilai Makin Bebani Rakyat Kecil

Anggota komisi XI DPR RI Fraksi NasDem Fauzi H. Amro menyebut pihaknya solid tolak sembako dan pendidikan, dinilai makin membebani rakyat kecil.

DPR RI
Anggota Komisi XI DPR RI Fauzi H Amro. - Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi NasDem Fauzi H. Amro menyebut pihaknya solid tolak sembako dan pendidikan, dinilai makin membebani rakyat kecil. 

TRIBUNNEWS.COM - Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Nasional Demokrat (NasDem) Fauzi H Amro menyebut pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada barang pokok (sembako) dan pendidikan tak tepat dilaksanakan.

Menurutnya, wacana pajak itu justru bertentangan dengan usaha pemerintah untuk memulihkan ekonomi di masa pandemi Covid-19 ini.

Fauzi mengatakan, jika sembako dikenai pajak, nantinya harga juga akan melambung naik.

Lalu, daya beli masyarakat akan semakin menurun.

Baca juga: Apindo Minta Kompensasi Relaksasi Pajak Daerah Jika DKI Jakarta Kembali Berlakukan PSBB

"Kebijakan ini sangat tidak tepat dilaksanakan saat ini, mengingat masyarakat masih diperhadapkan pada kesulitan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Daya beli masyarakat saat ini belum pulih."

"Nah kalau sembako dikenai pajak, otomatis harga barang-barang di tingkat konsumen akan ikut naik."

"Sehingga daya beli kembali tertekan, padahal daya beli ini dibutuhkan untuk pulih dari pandemi Covid-19,” ucap Fauzi, dikutip dari laman dpr.go.id, Senin (14/6/2021).

Di masa pandemi ini, seharusnya pemerintah menghadirkan kebijakan yang membantu masyarakat, bukan membebani.

Seperti diketahui, pemerintah malah memberi keringanan pajak barang mewah pada pembelian mobil di tengah wacana pajak sembako dan pendidikan ini.

Wacana tersebut pun disebut tak adil karena akan semakin membebani ekonomi masyarakat kecil.

Anggota Komisi XI DPR RI Fauzi H Amro.
Anggota Komisi XI DPR RI Fauzi H Amro. (DPR RI)

Baca juga: Ditjen Pajak Ungkap Alasan Pemerintah Ingin Terapkan Pajak pada Sembako dan Jasa Pendidikan

Halaman
12
Penulis: Shella Latifa A
Editor: Sri Juliati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved