Breaking News:

Alutsista TNI

Virus Corona Mengganas, TB Hasanuddin Desak Kemhan Tunda Pembelian Alutsista

Kementerian Pertahanan agar menunda pembelian alat utama sistem persenjataan (alutsista) senilai ribuan triliun menyusul mengganasnya virus covid-19

Tribunnews.com/Chaerul Umam
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menghadiri rapat kerja bersama Komisi I DPR RI, Rabu (2/6/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (purn) TB Hasanuddin mendesak Kementerian Pertahanan agar menunda pembelian alat utama sistem persenjataan (alutsista) senilai ribuan triliun menyusul mengganasnya virus covid-19 di Indonesia.

Menurutnya, saat ini pemerintah harus fokus untuk penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi.

"Pembelian alutsista ribuan trilyun atau belanja negara yang tak terlalu penting sebaiknya ditunda saja dulu. Kita butuh anggaran besar untuk menyelamatkan bangsa. Inilah musuh bangsa Indonesia sekarang dan nyata di depan mata," kata Hasanuddin kepada wartawan, Senin (14/6/2021).

Legislator PDI Perjuangan (PDIP) itu menegaskan saat ini musuh utama Indonesia bukan militer tetap virus covid-19.

Terlebih, saat ini varian virus corona baru yakni covid-19 delta atau B.1.617.2 yang pertama kali ditemukan di India mulai menyerang Indonesia.

"Varian virus corona baru ini dikenal lebih ganas, mudah menular, bahkan meningkatkan angka kematian," ujar dia.

Baca juga: Pengamat Sebut Kontrak Pengadaan Alutsista Belum Bisa Dilakukan dalam Waktu Dekat, Ini Alasannya

Menurutnya, kondisi keuangan negara saat ini sedang babak belur lantaran dikucurkan untuk penanganan covid-19 sekaligus pemulihan ekonomi.

Ditambah lagi, kata dia, utang negara yang terus meningkat setiap tahunnya.

"Pemerintah baiknya fokus untuk penanganan covid-19 dan juga pemulihan ekonomi. Kucuran anggaran untuk sektor lain ditunda dulu sampai ekonomi kita stabil. Uang kita juga kan terbatas," ucapnya.

Hasanuddin juga menyoroti tingginya lonjakan kasus covid-19 di Indonesia.

Dari informasi yang didapat, DKI Jakarta menjadi provinsi dengan kenaikan kasus paling tinggi sebesar 302 persen dalam 10 hari terakhir.

Selanjutnya, diikuti Daerah Istimewa Yogyakarta dengan kenaikan kasus Covid-19 harian 107 persen; Jawa Timur dengan kenaikan kasus harian sebesar 89 persen; Jawa Tengah dengan kenaikan kasus harian 80 persen; Banten 57 persen dan Jawa Barat mengalami kenaikan kasus Covid-19 sebesar 49 persen dalam 10 hari terakhir.

"Mari kita selamatkan bangsa dari kepunahan akibat pandemi covid-19," pungkasnya.

Penulis: chaerul umam
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved