Sabtu, 25 April 2026

POPULER Nasional: Moeldoko Disebut Salah Sasaran | Jokowi Panggil Anies

Inilah berita populer nasional dalam 24 jam terakhir, mulai dari Moeldoko disebut salah sasaran hingga Jokowi panggil Anies

WARTA KOTA/WARTA KOTA/NUR ICHSAN
GUBERNUR DONOR DARAH - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, melakukan aksi donor darah di UTD PMI DKI jakarta, Senin (14/6/2021). Aksi ini berlangsung di acara Talkshow bertajuk Donor Darah Selamatkan Dunia, yang digelar PMI DKI Jakarta, dalam rangka memperingati Hari Donor Darah Sedunia, acara ini juga ikut dihadiri Wagub DKI Jakarta, A Riza Patria beserta Nyonya. WARTA KOTA/NUR ICHSAN 

4. Jokowi Panggil Anies

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, dan jajaran forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) DKI Jakarta di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (15/6/2021).

Pertemuan Jokowi dengan Forkopimda DKI Jakarta tersebut berlangsung secara tertutup.

Selain Anies, pertemuan itu juga dihadiri Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi, Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji, Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran, dan jajaran pejabat di lingkungan Pemprov DKI.

Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi, menyampaikan bahwa mereka menerima arahan dari Jokowi terkait kasus Covid-19 di Jakarta yang naik.

"Kami diarahkan oleh presiden bahwasanya peningkatan Covid-19 di Jakarta ini sangat meningkat signifikan," ujarnya, dikutip dari YouTube Kompas TV, Selasa.

"Beliau meminta kepada kepala daerah khususnya DKI Jakarta, karena sudah masuknya virus dari India," jelas Prasetyo.

SELANJUTNYA >>>

5. Jika KSAD Andika Jadi Panglima

Nama-nama pengganti Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto semakin ramai dibicarakan menjelang masa pensiunnya pada akhir 2021 nanti.

Terkait calon pengganti Hadi, Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PAN, Farah Putri Nahlia, mengatakan semua perwira tinggi TNI memiliki peluang sama besar.

Tetapi, kata Farah, itu semua tergantung pilihan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Semua memiliki kans yang sama-sama besar. Tergantung pilihan Pak Presiden akhirnya akan berlabuh ke siapanya."

"Yang jelas siapapun yang terpilih harus bisa bekerja sama dan mengikuti pace kerja Presiden kita yang selalu kerja cepat," ujar Farah, kepada wartawan, Selasa (15/6/2021), dikutip Tribunnews.

SELANJUUTNYA >>>

(Tribunnews.com)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved