Breaking News:

Bursa Capres

Survei LSI Denny JA: Prabowo, Ganjar, Anies Saat Ini Belum Jadi Capres Premium

Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyebut saat ini belum ada calon presiden (Capres) premium. 

Kolase Tribunnews.com
Prabowo Subianto, Puan Maharani, Anies Baswedan, Agus Harimurti Yudhoyono. Keempat nama tersebut diperkirakan akan masuk bursa Capres-Cawapres di Pilpres 2024. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyebut saat ini belum ada calon presiden (Capres) premium. 

Itu dikarenakan nama-nama seperti Menhan Prabowo Subianto, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, belum ada yang memiliki elektabilitas mencapai 25 persen.

Hal ini disampaikan Peneliti Senior LSI Denny JA, Adjie Alfaraby saat merilis hasil survei elektabilitas Capres bakal kontestasi 2024 mendatang secara virtual, Kamis (17/6/2021).

"Survei LSI Denny JA pada awal Juni 2021 menunjukan bahwa belum ada capres premium. Capres kelas premium adalah capres yang elektabilitasnya di atas 25 %. Semua capres yang namanya mengemuka ke publik termasuk, capres veteran Prabowo Subianto, elektabilitasnya hanya di bawah 25%," ujar Adjie Alfaraby.

Berdasarkan survei elektabilitas LSI Denny JA, Prabowo Subianto saat ini menempati posisi pertama dengan jumlah dukungan sebesar 23.5%.

Nomor dua ada Ganjar Pranowo dengan suara dukungan sebesar 15.5 % dan nomor tiga ada Anies Baswedan dengan dukungan sebesar 13.8%.

Baca juga: Megawati Tak Bakal Maju, Prabowo Berpeluang Jadi Capres, Airlangga Bisa Capres atau Cawapres

Disusul Sandiaga Uno sebesar 7.6%, Airlangga Hartarto sebesar 5.3%, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebesar 3.8%, Puan Maharani sebesar 2%, Erick Thohir sebesar 1.9%, dan Moeldoko sebesar 0.1%. 

Survei LSI Denny JA dilakukan secara tatap muka pada tanggal 27 Mei - 4 Juni 2021, dengan melibatkan 1200 responden di 34 Provinsi di Indonesia. 

26.5% dari 1.200 responden yang terlibat belum menentukan pilihan.

"Selain survei, LSI Denny JA juga menggunakan riset kualitatif (analisis media dan indepth interview), untuk memperkuat temuan dan analisa," ujar Adjie Alfaraby.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved