Breaking News:

Masa Jabatan Presiden

Jabat Presiden 3 Periode, PROJO: Kami Dukung Keinginan Jokowi Hanya 2 Periode

Ketua Umum DPP PROJO Budi Arie Setiadi angkat bicara mengenai wacana masa jabatan presiden menjadi tiga periode yang kembali muncul belakangan. 

DOK. Sekretariat Kabinet
Jokowi dan Prabowo berbincang di MRT, Sabtu (13/7/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum DPP PROJO Budi Arie Setiadi angkat bicara mengenai wacana masa jabatan presiden menjadi tiga periode yang kembali muncul belakangan. 

Wacana tersebut muncul setelah diluncurkannya komunitas relawan Jokowi Prabowo (Jokpro) 2024, yang mendorong Jokowi bisa menjabat presiden selama tiga periode dan berdampingan bersama Prabowo Subianto sebagai Wakil Presiden.

Terkait hal itu, Budi Arie menegaskan pihaknya menghormati aspirasi dari komunitas Jokpro tersebut. 

"Kami menghormati aspirasi yang menghendaki Jokowi tiga periode. Itu pertanda bahwa kinerja Pemerintahan Jokowi sangat nyata dan memperoleh apresiasi dari rakyat," ujar Budi Arie, ketika dihubungi Tribunnews.com, Senin (21/6/2021). 

Hanya saja, Budi Arie mengingatkan bahwa konstitusi Indonesia menetapkan masa jabatan presiden hanya untuk dua periode atau 10 tahun saja. 

Selain itu, Presiden Jokowi sendiri disebut Budi Arie telah menyampaikan keinginannya  hanya 2 periode. 

Oleh karena itu, PROJO menegaskan tidak akan mendukung wacana masa jabat presiden tiga periode. 

Baca juga: Wacana Presiden 3 Periode, Seknas Jokowi: Aspirasi Melanggar Konstitusi Sebaiknya Dihentikan

"Jadi kami dari PROJO mendukung penuh keinginan Presiden Jokowi untuk hanya 2 periode saja," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, relawan yang bernama Komunitas Jokowi-Prabowo 2024 atau Jokpro mengumumkan dukungannya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar bisa menjabat presiden selama tiga periode.  

Namun Jokpro menginginkan periode ketiga ini Jokowi bisa berdampingan bersama Prabowo sebagai Wakil Presiden.  

Beberapa alasan disampaikan mengapa mereka mendukung Jokowi maju sebagai presiden untuk ketiga kalinya.  

Penasihat Komunitas Jokpro 2024, M Qodari menilai duet Jokowi dan Prabowo di Pilpres 2024 bisa meringankan beban ongkos politik yang akan dikeluarkan.  

Selain itu nantinya Pilpres akan berlangsung secara lebih terkendali dan di tahun 2024 nanti Indoenesia tidak akan mengalami benturan lagi.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved