Breaking News:

Wacana Presiden 3 Periode

Soroti Pihak Goreng Isu Presiden Jokowi 3 Periode, Waketum MUI: Kasihan Saya dengan Bangsa Ini

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas bicara soal isu 3 periode Presiden Joko Widodo.

Tribunnews.com/Chaerul Umam
Anwar Abbas 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas bicara soal isu 3 periode Presiden Joko Widodo yang dikeluarkan oleh sejumlah pihak.

Terlebih adanya relawan yang kemudian memasangkan Jokowi dengan Prabowo sebagai wakil presidennya pada 2024.

Dirinya mengatakan bahwa hal tersebut sah-sah saja sebab apa yang mereka rencanakan dilindungi Undang-Undang dan konstitusi.

"Kalau organisasi yang mereka dirikan itu bertujuan untuk menjadikan jokowi menjadi presiden bagi masa jabatannya yang ketiga ya sah-sah saja, cuma sudah jelas hal itu pasti akan berbenturan dengan ketentuan  yang ada," kata Anwar dalam keterangan yang diterima, Selasa (22/6/2021).

Baca juga: Sudah Sesuai Konstitusi, Fraksi Golkar MPR Dukung Jokowi Tolak Jabatan 3 Periode

Anwar menyebut bahwa mereka harus berjuang untuk mengubah peraturan yang ada.

"Untuk mengubahnya tentu ada jalan yang bisa ditempuh, yaitu harus melalui DPR. Dan kalau DPR bersama pemerintah menyetujuinya dan rakyat menerimanya sehingga peraturan yang baru mengizinkannya, maka mereka tentu akan bisa mendorong Jokowi dan Prabowo untuk menjadi capres dan cawapres tahun 2024 yang akan datang," lanjutnya.

Membayangkan hal itu, Anwar heran mengapa ada orang-orang semacam ini.

"Yang akan membuat saya heran dan  terheran-heran tentu dengan para pimpinan partai politik dan anggota-anggotanya, kok mereka seperti tidak tahu sejarah dan tidak mau berkaca dengan sejarah yang ada ? Bukankah sudah ada adagium yang sangat terkenal yaitu: power tends to corrupt; absolute power corrupts absolutely," katanya

Baca juga: Paparan Sejumlah Lembaga Survei: Mayoritas Masyarakat Tak Setuju Wacana Jokowi Tiga Periode

Jadi kalau hal ini mewujud dan terjadi, Anwar  hanya bisa mengurut dada saja.

"Kasihan sekali saya dengan bangsa saya ini penduduknya banyak yang lulusan perguruan tinggi tapi kok pandangannya picik dan dangkal sekali," lanjut Anwar.

'Lalu pertanyaan saya selanjutnya kalau itu terjadi ada apa dengan partai politik yang ada di negeri saya hari ini? Kok sepertinya mereka tidak punya pandangan dan tidak punya visi untuk mengubah negeri ini bagi menjadi lebih baik lagi," tambahnya.

"Padahal, partai politik yang ada sekarang ini di negeri ini memiliki cukup banyak kader yang mumpuni yang bisa diusung dan didorong untuk memimpin negeri ini. Lalu mengapa kok tiba-tiba mereka tidak percaya diri bagi mendorong dan mencalonkan kader-kader mereka sendiri," pungkasnya 

Penulis: Reza Deni
Editor: Theresia Felisiani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved