Menteri Bintang: Rokok Ancaman dan Bukan Solusi Permasalahan bagi Remaja
Merokok juga bukan solusi bagi permasalahan mereka, malah justru dapat membahayakan kesehatan mereka.
Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga menegaskan pada anak remaja kalau rokok merupakan ancaman bagi mereka.
Merokok juga bukan solusi bagi permasalahan mereka, malah justru dapat membahayakan kesehatan mereka.
Hal ini ia sampaikan saat menjadi pembicara acara puncak Jambore Pioner Muda bertajur “Kita Keren Tanpa Rokok” yang dilaksanakan Kementerian Kesehatan secara virtual, Selasa (6/7/2021).
Baca juga: Terjun ke Masyarakat, Bea Cukai Bahas Bahaya Rokok Ilegal dan Pemanfaatan DBHCHT
“Nilai yang tertanam dalam diri kalian tidak ditentukan oleh hal-hal yang justru membahayakan. Rokok bukanlah solusi dari permasalahan apapun dan teman yang baik tentu tidak akan saling menjerumuskan," kata Bintang.
Menteri Bintang mendorong agar anak dan remaja memanfaatkanlah waktu dengan berbagai aktifitas positif.
Misalnya dengan berorganisasi, bertukar pendapat, berolahraga, menciptakan berbagai karya seni, maupun segudang aktifitas lainnya yang dapat menunjang keterampilan-keterampilan yang baik untuk masa depan.
Baca juga: Pemerintah Diminta Beri Sanksi ke Penjual Rokok Murah agar Konsumsi Terkendali
“Ajaklah teman-teman sebaya kalian untuk mencoba beragai aktifitas positif tersebut. Jauhi rorok. Jadilah pelopor bukan pengikut," tegasnya.
Bintang berpesan kepada remaja Indonesia untuk saling mempengaruhi dalam kebaikan.
Karena perubahan besar dimulai dari langkah-langkah kecil yang berasal dari diri sendiri.
Kualitas sumber daya manusia (SDM) sangat menentukan kemajuan negara, baik di masa kini dan masa yang akan datang.
Oleh karena itu, sebagai bagian penting penentu kemajuan bangsa Indonesia, anak harus terlindungi dari bahaya yang mengancam.
Salah satunya dari bahaya rokok.
“Rokok dengan segala keburukannya mengancam hak anak untuk tumbuh dan berkembang dengan maksimal bahkan mengancam hak kalian untuk hidup, ini berlaku baik untuk anak yang menjadi perokok maupun anak yang terpapar asap rorok,” ujar Menteri Bintang.
Melihat fakta yang ada, Menteri Bintang mengaku khawatir sebab angka perokok anak cukup tinggi di Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/menteri-pemberdayaan-perempuan-dan-perlindungan-anak-pppa-bintang-puspayogaw.jpg)