Breaking News:

Virus Corona

Waspada, Virus Corona Varian Delta Rambah 9 Provinsi di Luar Jawa, Ini Rinciannya

Virus corona varian Delta kini menjadi momok baru penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.

Editor: Choirul Arifin
Tribunnews/Irwan Rismawan
Petugas mengangkat jenazah pasien Covid-19 untuk dimakamkan di TPU Jombang, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (27/6/2021). Data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 per hari Minggu (27/6/2021) menyebutkan kasus positif Covid-19 bertambah 21.342 orang sehingga total menjadi 2.115.304 orang, sementara kasus pasien sembuh bertambah 8.024 orang menjadi 1.850.481 orang, dan kasus meninggal akibat Covid-19 bertambah 409 jiwa sehingga totalnya menjadi 57.138 jiwa. Tribunnews/Irwan Rismawan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Virus corona varian Delta kini menjadi momok baru penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, varian baru virus corona itu kini tidak hanya ditemukan di pulau Jawa, namun juga sudah merambah hingga ke luar pulau Jawa.

”Kita sudah coba memperketat sejak 11 Mei ditetapkan WHO. 13 Mei Lebaran, seminggu kemudian (kasus Covid-19) sudah naik dengan cepat."

"Kekhawatiran kami ke depannya bagaimana? Kita sudah melihat daerah-daerah, provinsi di luar Jawa yang memang terlihat jumlah kenaikan kasusnya extraordinary," kata Budi dalam raker secara virtual bersama Komisi IX DPR, Senin (5/7/2021).

Varian Delta masuk ke Indonesia sejak Maret 2021. Pada saat itu WHO belum mengklasifikasikan varian Delta sebagai Variant of Concern atau varian berbahaya.

”WHO baru menyatakan ini varian berbahaya itu pada 11 Mei. Kemudian kita baru memperketat Genome Sequencing di daerah-daerah [dan] varian Delta ini sudah masuk. Di Jakarta waktu itu ada, di Karawang, Cilacap, Madura, dan ada di Bali," jelasnya.

Baca juga: IDI Sebut 80 Persen Pasien Covid-19 Dalam Lonjakan Kasus Saat Ini Terpapar Virus Corona Varian Delta

Karena penyebaran varian Delta yang sudah meluas hingga luar Jawa, Budi meminta sejumlah provinsi melakukan Whole Genome Sequencing untuk mengamati apakah penyebaran varian Delta sudah terjadi di sana.

Baca juga: 90 Persen Kasus Covid-19 di Jakarta Didominasi oleh Varian Delta, Luhut: Kita Harus Bekerja Sama

”Ada dua provinsi di Kalimantan yang saya minta diperiksa, yaitu Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur, dan ada empat provinsi di Sumatera, yaitu Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Lampung. [Jadi] ada lima [provinsi di Sumatera]," ungkapnya.

Baca juga: 4 Atlet Panjat Tebing Terpapar Covid-19, Yenny Wahid: Varian Delta Cepat Sekali, 20 Detik Bisa Kena

Pihaknya tengah mempercepat pengecekan whole genom sequencing sebagai antisipasi meluasnya varian tersebut.

"Jadi ada beberapa provinsi yang saya sudah minta untuk segera dilakukan WGS lebih cepat sama seperti yang kita lakukan sebelumnya untuk mengamati apakah memang penyebaran ke arah sana juga," terang Budi.

Ia memaparkan, pola penyebab varian delta ini cukup mengkhawatirkan, di mana pertama ditemukan Jakarta, Cilacap, Karawang, Madura.

"Kita perlu antisipasi dan lebih hati-hati apakah penyebaran Delta ini sudah sampai di sana mungkin (7 provinsi itu)," jelasnya.

Sebelumnya, Koordinator PPKM Darurat, Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bahwa 90 persen kasus Covid-19 di DKI Jakarta berasal dari virus Corona varian Delta.

"Dari data yang kami dapat bahwa 90% di Jakarta itu sudah varian Delta," kata Luhut dalam konferensi pers pada Senin (5/7/2021) malam.

Luhut meminta warga tidak main-main dengan penanganan Covid-19. "Jadi varian Delta sudah ada 90 persen di kita. Jadi kalau kita bermain-main, seperti yang saya katakan tadi pasti bisa kena di sekeliling Anda," katanya.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved