Sabtu, 25 April 2026

Sumbangan Rp 2 Triliun

Hamid Awaludin: Rakyat Dilecehkan, Akal Sehat Pejabat Dipasung. . .

Rakyat kembali dilecehkan oleh nalar yang tidak sampai hati melihat warga sedang terhimpit ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19.

Editor: Choirul Arifin
Kompas TV
Mantan Menteri Hukum Dan HAM, Hamid Awaluddin 

Jadi buat saya ini semua mencederai akal sehat saya.

Sebagai insan universitas saya agak terganggu secara spiritual, karena itulah saya menulis apa adanya. Begitu latar belakangnya.

Hal seperti ini selalu berulang?

Juga ada permasalahan lain kenapa harus diupacarakan dan harus melibatkan pejabat. Apakah itu pusat atau daerah.

Itulah mengapa saya mengatakan ini pencederaan akal sehat pejabat kita.

Bisa Anda korelasikan antara niat baik dengan realitas kasus sumbangan?

Antara niat baik dan realitas terlampau jauh bedanya. Kalau Anda sekedar niat baik ada potensi yang Anda mau pakai disertai keikhlasan.

Tetapi kalau Anda mengatakan dan memberi janji yang sudah tidak masuk akal sehat dan hanya untuk kepentingan publisitas itu sudah salah.

Lantas mengapa pejabat negara bisa percaya dengan adanya dana sumbangan ini?

Dari awal saya bilang (sumbangan Rp 2 triliun itu) tidak masuk akal. Baru saja ada kesempatan mau menulis. Karena saya menunggu pencairannya.

Sudah dua tiga hari tidak ada pencairan apalagi sudah diupacarakan. Menghebohkan seluruh negeri. Kalau ada mestinya langsung diberikan. 

Mengapa narasi yang terbangun di publik positif, boleh dibilang 80 persen positif. Apalagi yang memberikan bantuan dari saudara kita etnis Tionghoa?

Mari kita lihat suasana batin rakyat Indonesia di tengah himpitan pandemi Covid-19. Ekonomi terseret jalannya. Faktor psikologis keterbatasan gerak.

Tiba-tiba ada orang menawarkan pesona mau meringankan beban.

Maka segala keterhimpitan itu dibuka seperti air bak. There is light at the end of the tunnel (ada cahaya di ujung terowongan).

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved