Jumat, 24 April 2026

Stok Beras Melimpah, Anggota DPR Dorong Penguatan Distribusi dan Pengendalian Harga

Alien Mus menilai capaian cadangan beras nasional yang dikelola Perum Bulog menembus 5 juta ton menjadi modal kuat bagi ketahanan pangan.

Penulis: Chaerul Umam
Editor: Wahyu Aji
Tangkapan layar dari YouTube TV Parlemen
STOK BERAS MELIMPAH - Anggota Komisi IV DPR RI Alien Mus, menyoroti capaian pemerintah dalam meningkatkan cadangan beras nasional yang telah menembus angka 5 juta ton. Ia mengingatkan ketersediaan stok yang besar harus diiringi dengan penguatan distribusi dan pengendalian harga. (HO/ IST) 

Ringkasan Berita:
  • Alien Mus menilai capaian cadangan beras nasional yang dikelola Perum Bulog menembus 5 juta ton menjadi modal kuat bagi ketahanan pangan di tengah ketidakpastian global.
  • Meski mencatat rekor tertinggi, pemerintah diingatkan untuk tidak terlena dan memastikan distribusi lancar serta harga tetap stabil agar manfaat dirasakan masyarakat.
  • DPR mendorong optimalisasi peran Bulog, termasuk operasi pasar, guna menjaga keseimbangan pasokan dan mengantisipasi dampak gejolak global terhadap harga pangan.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi IV DPR RI Alien Mus, menyoroti capaian pemerintah dalam meningkatkan cadangan beras nasional yang kini telah menembus angka 5 juta ton. 

Menurutnya kondisi tersebut menjadi modal kuat dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, sekaligus menempatkan Indonesia pada posisi yang relatif aman di tengah ketidakpastian global.

Berdasarkan data terbaru, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog mencapai sekitar 5.000.198 ton per 23 April 2026. 

Angka ini menjadi yang tertinggi sejak Indonesia merdeka, mencerminkan peningkatan produksi serta penyerapan beras dalam negeri.

Meski demikian, Alien Mus mengingatkan agar pemerintah tidak terlena dengan capaian tersebut. 

Dia menekankan, ketersediaan stok yang besar harus diiringi dengan penguatan distribusi dan pengendalian harga agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Capaian ini tentu sangat baik dan menjadi bukti kerja keras pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan. Namun, stabilitas harus tetap dijaga, baik dari sisi distribusi maupun harga, agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Alien Mus kepada wartawan, Jumat (24/4/2026).

Menurutnya, dinamika global yang tidak menentu, termasuk ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat, berpotensi memengaruhi rantai pasok pangan dunia. 

Dampak tersebut bisa berupa gangguan logistik, kenaikan biaya distribusi, hingga tekanan terhadap harga komoditas pangan.

Sebab itu, ia meminta pemerintah memastikan distribusi beras berjalan lancar hingga ke seluruh daerah serta mampu mengantisipasi potensi lonjakan harga di pasar.

Selain itu, Komisi IV DPR juga mendorong optimalisasi peran Perum Bulog dalam menjaga keseimbangan pasar. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui intervensi seperti operasi pasar apabila diperlukan.

“Stok yang besar harus diiringi dengan manajemen distribusi yang baik. Jangan sampai stok melimpah, tetapi harga di masyarakat tetap tinggi,” ujar Alien Mus.

Dengan cadangan beras yang melimpah, Indonesia dinilai memiliki daya tahan yang lebih kuat dalam menghadapi tekanan global. 

Namun, Alien Mus menegaskan bahwa pengawasan dan kebijakan yang tepat tetap diperlukan agar stabilitas pasokan dan harga dapat terjaga secara berkelanjutan.

"Pencapain stok beras tertinggi ini harus dapat dipastikan stabilitas pasokan dan harga yang terjangkau di tingkat masyarakat, maka kita perlu berkolaborasi melakukan pengawasan bersama," tandasnya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved