Breaking News:

Kasus Jiwasraya

Kejagung Bantah Tak Profesional Soal Pembatalan Surat Dakwaan 13 Manajer Investasi Kasus Jiwasraya

Kejaksaan Agung membantah jajarannya tidak profesional dan tidak jelas soal pembatalan surat dakwaan 13 manajer investasi kasus Jiwasraya.

KOMPAS.COM
Kapuspenkum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simajuntak 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kejaksaan Agung membantah jajarannya tidak profesional dan tidak jelas soal pembatalan surat dakwaan 13 manajer investasi kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Kapuspenkum Kejaksaan Agung RI Leonard Eben Ezer menyampaikan putusan sela majelis hakim pengadilan tipikor Jakarta Pusat terkait pembatalan surat dakwaan 13 manajer investasi kasus korupsi Jiwasraya masih belum final.

"Terkait dengan beberapa pernyataan ketidakprofesionalan jaksa dan ketidakjelasan sebagaimana tadi sudah disampaikan bahwa putusan sela bukan merupakan putusan final," kata Leonard dalam jumpa pers virtual, Rabu (18/8/2021).

Dijelaskan Leonard, putusan sela yang dikeluarkan oleh Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat tidak masuk kepada materi dari surat dakwaan. Adapun pertimbangan majelis hakim hanya terkait penggabungan surat dakwaan yang dilakukan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Baca juga: Kajari Jakarta Pusat Pastikan Susun Surat Dakwaan 13 Manajer Investasi Kasus Jiwasraya Secara Cermat

"Selama pembacaan surat dakwaan seluruh terdakwa menyatakan jelas lengkap dan mengetahui surat dakwaan yang disampaikan oleh para penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat," ungkapnya.

Atas dasar itu, Leonard mengaku keberatan jika Jaksanya dituding tidak cermat ataupun tidak profesional usai putusan majelis hakim terkait pembatalan surat dakwaan dugaan kasus korupsi Jiwasraya.

"Saya ingin jelaskan bahwa profesional atau kecermatan jaksa atau ketelitian Jaksa dalam pembuatan surat dakwaan ini sudah benar-benar secara profesional dan dapat dipertanggungjawabkan oleh penuntut umum," tukasnya.

Sebelumnya, majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta memutuskan mengabulkan eksepsi atau nota keberatan yang diajukan 13 korporasi manajemen investasi yang mulanya didakwa melakukan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan transaksi pembelian dan penjualan instrumen keuangan pada reksa dana milik PT Asuransi Jiwasraya selama 2008-2018.

Walhasil, dakwaan atas 13 perusahaan itu dibatalkan.

Halaman
123
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved