Gus Muhaimin Terima Curhatan Masyarakat Disabilitas yang Sulit Mendapatkan Pekerjaan

Kelompok masyarakat disabilitas Maluku Utara mengeluhkan sulitnya mendapatkan pekerjaaan.

Penulis: Chaerul Umam
Editor: Hendra Gunawan
TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kelompok masyarakat disabilitas Maluku Utara mengeluhkan sulitnya mendapatkan pekerjaaan.

Mereka menyampaikan bahwa meski sudah lulus pendidikan keterampilan khusus, namun rata-rata perusahaan tidak mau menerima mereka sebagai karyawan di perusahaan.

Keluhan tersebut disampaikan oleh Zulfiah, perwakilan kelompok disabilitas Maluku Utara kepada Wakil Ketua DPR RI Bidang Korkesra Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin) dalam kegiatan Roadshow Politik Kesejahteraan bertajuk ”Gus Muhaimin Mendengar” bersama masyarakat Maluku Utara yang dilakukan secara virtual, Senin (23/8/2021).

Baca juga: Luhut Akui Tren Kasus Nasional Menurun 78 Persen Sejak Puncak Covid-19, Jawa-Bali Turun 87,3 Persen

”Kami sudah lulus sekolah atau sekolah keterampilan, tapi tidak ada yang mau terima kami untuk bekerja. Alasannya kami adalah penyandang disabilitas,” ujar Zulfiah.

Persoalan lain yang dihadapi para penyandang disabilitas di Maluku Utara adalah soal kesehatan, belum adanya fasilitas pendidikan khusus untuk para penyandang disabilitas atau sekolah inklusi, serta tidak dilibatkannya mereka dalam pengambilan kebijakan.

”Kami belum dilibatkan dalam mengambil kebijakan, padahal kami mampu,” katanya.

Baca juga: Gelar Pentas Hiburan Bareng Kades Tanpa Prokes, 4 Warga Kebonagung Kendal Positif Covid-19

Selain dari kelompok disabilitas, dalam kesempatan itu, Gus Muhaimin juga mendapatkan curhatan dari perwakilan mubaligh yang disampaikan oleh Ustaz Jamrud.

Dia mengeluhkan belum adanya perhatian kesejahteraan bagi para imam masjid.

”Para imam masjid membutuhkan kesejahteran, bagaimana kesejahteraan para imam ini bisa ditingkatkan,” tutunya.

Sementara perwakilan dari Dewan Adat setempat, Sholahuddin, menyampaikan persoalan akses pendidikan di musim pandemi.

Baca juga: LKS Tripartit Nasional Dukung Langkah Pemerintah Cegah dan Atasi Dampak Pandemi COVID-19

Selain itu, dia menyebutkan bahwa di Maluku Utara ada empat kesultanan, yakni Kesultanan Ternate, Tidore, Bacan dan Jailolo.

”Banyak persoalan sosial dapat dilaksanakan dalam pendekatan adat. Kami harap pemerintah pusat memberikan memberikan perhatian sehingga jangan terkesan pemda berjalan sendiri, tak beberengan dengan kesultanan atau tokoh adat. Banyak persoalan yang butuh bantuan tokoh adat,” katanya.

Menanggapi berbagai keluhan masyarakat Maluku Utara, Gus Muhaimin menyatakan siap memperjuangkan hak-hak masyarakat disabilitas.

Halaman
12
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved