Breaking News:

Ibadah Haji 2021

Pusat Kesehatan Haji Minta Masyarakat Tidak Pilih-pilih Vaksin

Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan mengimbau kepada masyarakat khususnya jemaah haji dan umrah untuk tidak pile-pilih merk vaksin Covid-19.

Tribunnews/Jeprima
Vaksinator menyuntikkan vaksin Covid-19 Pfizer kepada peserta vaksinasi di Gedung Judo, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (23/8/2021). Program vaksinasi Covid-19 memakai vaksin Pfizer saat ini baru bisa digunakan untuk masyarakat berusia 18 tahun ke atas. Hingga Minggu (22/8), vaksinasi dosis pertama di Jakarta telah mencapai 9,3 juta orang. Sementara untuk dosis kedua baru mencapai 4,8 juta. Pemprov DKI telah meningkatkan target vaksinasi dari 8,8 juta menjadi 11 juta orang. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan mengimbau kepada masyarakat khususnya jemaah haji dan umrah untuk tidak pile-pilih merk vaksin Covid-19.

Kemenkes menilai vaksin yang terbaik adalah vaksin yang ada pada saat ini.

“Vaksin terbaik adalah vaksin yang ada saat ini,” kata Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes dr. Budi Sylvana melalui keterangan tertulis, Jumat (27/08/2021).

Baca juga: Wamenag: Alumni Haji Harus Bisa Menjaga Kemabruran

Saat ini, kata Budi, Kemenkes masih fokus kapada penanganan kasus Covid-19 di Indonesia.

Setelah pandemi terkendali diharapkan Pemerintah Arab Saudi membuka akses haji dan umrah, segala mitigasi sudah dipersiapkan dengan baik.

"Fokus utama Kemenkes sekarang adalah penanganan pandemi,” ucap Budi.

Beberapa skenario sudah disiapkan Kemenkes terkait persiapan penyelenggaraan haji dan umrah jika Arab Saudi membuka aksesnya di antaranya adalah vaksinasi, karantina, sertifikat internasional yang menggunakan QR Code, hingga pengembangan aplikasi “Peduli Lindungi” untuk bisa dibaca QR Code-nya.

Baca juga: Dirut Garuda Indonesia Berharap Penerbangan Umrah Kembali Dibuka Oktober 2021

Terkait vaksin jemaah haji, Kemenkes sendiri,  sudah berkomunikasi dengan Kementerian Kesehatan Arab Saudi melalui Kemendagri, Kemenag, Kemenlu, Kedubes RI di Arab Saudi hingga KJRI di Jeddah.

Menurutnya, jemaah umrah wajib vaksinasi lengkap sedini mungkin, menerapkan protokol kesehatan yang baru dan ketat.

“Karena berbeda ya, pelaksanaan umrah yang sekarang dengan pelaksanaan umrah sebelum pandemi,” pungkas Budi.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Theresia Felisiani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved