Breaking News:

Pelecehan dan Bullying di Kantor

Komisioner KPI Sebut Para Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Masih Jadi Pegawai Aktif di KPI

Dia menyatakan kalau pihaknya belum menentukan status para terduga pelaku karena masih menggali informasi yang lebih lengkap.

Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Nuning Rodiyah saat ditemui awak media di Kantor KPI Pusat, Jakarta Pusat, Kamis (2/9/2021). 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Rizki Sandi Saputra

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Seluruh terduga pelaku pelecehan seksual berdasar perundungan terhadap sesama pegawai di lingkungan kerja Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) masih berstatus sebagai pegawai aktif KPI.

Komisioner KPI Nuning Rodiyah membenarkan terkait hal tersebut.

Dia menyatakan kalau pihaknya belum menentukan status para terduga pelaku karena masih menggali informasi yang lebih lengkap.

"Statusnya mereka adalah pegawai KPI non PNS, kalau aktif atau tidak, mereka masih aktif, karena apa, karena kita belum bisa melakukan tindakan apapun sebelum kita mendapatkan informasi yang lebih lengkap," kata Nuning saat ditemui awak media di Kantor KPI Pusat, Jakarta Pusat, Kamis (2/9/2021).

Baca juga: Pegawai KPI yang Diduga Korban Pelecehan Seksual Batal Mengadu Komnas HAM Hari Ini

Kendati begitu, Nuning menjelaskan pihaknya berencana untuk menonaktifkan sementara seluruh pegawai yang yang terlibat dalam kasus ini termasuk terduga korban.

"Ada rencana begini, ketika sedang menghadapi proses hukum semua pihak yang kemudian terlibat ada kemudian rencana akan kita nonaktifkan, untuk apa, untuk memperlancar semua proses yang ada," ucapnya.

Hal itu penting dilakukan kata dia, untuk memperlancar proses hukum yang kini tengah ditangani oleh pihak kepolisian maupun pihak internal KPI.

Tak hanya itu, langkah tersebut juga dinilai dapat meminimalisir adanya gangguan dalam proses kerja KPI terlebih keseluruhan pihak yang terlibat dalam kasus ini masih berstatus aktif sebagai karyawan.

"Karena setiap saat bisa dipanggil kepolisian, kalau kemudian terus menerus kita aktifkan di kantor, maka bisa jadi terjadi interaksi yang tidak diinginkan ketidaknyamanan kerja dan lain sebagainya," tuturnya.

Halaman
1234
Penulis: Rizki Sandi Saputra
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved