Breaking News:

Kisah Inspiratif Asli Indonesia

Sambil Menyelam Minum Air, Zulhariansah Sukses Selamatkan Lingkungan Lewat Bisnis Paving Blok Sampah

Setiap harinya, pria yang akrab disapa Anca ini dengan tekun mengolah sampah plastik untuk menghasilkan barang bernilai berupa paving block.

Editor: Content Writer
Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
Zulhariansah atau Anca, salah satu inisiator bisnis daur ulang paving block sampah bersama Komunitas Peduli Sampah Pangkalpinang. 

Pengalaman tersebutlah yang memberikannya alasan untuk memulai bisnis daur ulang sampah. Ia ingin sampah-sampah yang diambilnya dapat menjadi suatu barang yang dapat digunakan kembali oleh masyarakat. 

Dari situ, terbesit ide kreatif untuk mendirikan komunitas peduli sampah yang memanfaatkan dan mendaur ulang sampah-sampah plastik yang ia kumpulkan sehari-harinya.

"Kita melakukan terobosan ini karena bentuk keprihatinan kita kepada lingkungan. Lalu saya lihat juga sampah plastik ini tidak diperhatikan orang-orang. Jadi kami terinspirasi membentuk komunitas bersama Pak Bhabin Air Kepala Tujuh untuk membuat terobosan paving block ramah lingkungan dari sampah plastik," ungkap Anca saat ditemui Bangkapos.com, Kamis (7/1/2021) di Komunitas Peduli Sampah PGK.

Berbekal panci dan kayu bakar serta ilmu otodidak

Terkadang, dibutuhkan usaha yang lebih untuk mewujudkan sebuah niat baik. Hal tersebut juga dialami oleh Anca dan rekan-rekannya di Komunitas Peduli Sampah PGK. 

Setiap hari, Anca berkeliling di bawah terik matahari mencari sampah, dari rumah ke rumah, sebelum memulai proses produksi paving block dengan memanfaatkan alat-alat sederhana. Hal tersebut telah menjadi rutinitas bagi Anca sejak memulai usaha daur ulangnya pada bulan Agustus 2020.

Alat yang digunakan oleh Anca dan Komunitas Peduli Sampah PGK memang bukan alat-alat canggih yang dihasilkan dari modal besar. Bekal milik mereka adalah panci dan kayu bakar yang diperoleh dari masyarakat sekitar.

Namun, Anca dan para anggota Komunitas Peduli Sampah PGK adalah orang-orang yang memiliki tekad kuat. Meski dengan alat-alat yang sederhana, mereka mampu mendaur ulang sampah plastik dan memproduksi karya paving block yang kini diminati oleh warga sekitar.

Untuk menunjang kreativitas mereka, Anca dan komunitasnya tidak lupa memanfaatkan perkembangan teknologi, yaitu dengan belajar cara membuat paving block dari limbah dan sampah plastik melalui video-video yang beredar di internet.

"Belajar dari YouTube akhirnya terbuka inspirasi dan ternyata ada, bisa membuat paving block dan saya praktikan. Saya belajar itu lima hari, karena kemauan saya kuat, saya aplikasikan langsung ternyata bisa. Zaman sekarang canggih bisa belajar disana, yang penting kemauan kita kuat," tukas Anca.

Halaman
1234
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved