Breaking News:

Konflik di Afghanistan

Qatar Akan Operasikan Penerbangan Bantuan Harian Ke Afghanistan

Satu penerbangan bantuan Qatar yang membawa pasokan medis dan produk makanan pun telah tiba di Kabul pada Sabtu kemarin.

AFP
Pesawat terlihat di landasan di bandara di Kabul pada 30 Agustus 2021, beberapa jam sebelum tenggat waktu AS untuk menyelesaikan penarikan hiruk pikuknya dari Afghanistan. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, DOHA - Qatar telah menerbangkan bantuan kemanusiaan ke Kabul, ibu kota Afghanistan, serta berencana akan mengoperasikan penerbangan bantuan harian ke negara itu selama beberapa hari ke depan.

Negara itu akan menyediakan pasokan yang sangat dibutuhkan warga Afghanistan, setelah terjadinya 'jeda' dalam pemberian bantuan dari negara Barat, karena pengambilalihan kekuasaan yang dilakukan Taliban pada bulan lalu.

Dikutip dari laman Channel News Asia, Minggu (5/9/2021), Qatar telah muncul sebagai lawan bicara utama antara negara-negara Barat dan Taliban.

Karena negara ini telah berhasil mengembangkan hubungan dekat dengan kelompok militan tersebut dengan menjadi tuan rumah kantor politiknya sejak 2013 lalu.

Baca juga: Afghanistan: Taliban bubarkan protes kaum perempuan di Kabul

Satu penerbangan bantuan Qatar yang membawa pasokan medis dan produk makanan pun telah tiba di Kabul pada Sabtu kemarin.

Kementerian Luar Negeri Qatar  mengatakan bahwa kedatangan bantuan itu disambut Duta Besar Qatar untuk Afghanistan Saeed bin Mubarak Al Khayareen di bandara.

Qatar sejauh ini telah membantu membuka kembali Bandara Kabul, yang sempat ditutup selama beberapa hari setelah dilakukannya evakuasi yang dipimpin Amerika Serikat (AS) terhadap warganya, warga Afghanistan yang selama ini membantu misi AS dan sekutu, serta warga negara lainnya.

Misi ini telah berakhir pada akhir bulan lalu, bertepatan dengan ditariknya semua pasukan AS dari Afghanistan.

Perlu diketahui, pada awal tahun ini, setengah dari 40 juta warga Afghanistan, termasuk 10 juta anak-anak, membutuhkan bantuan kemanusiaan.

Organisasi Internasional untuk Migrasi mengatakan pada akhir bulan lalu bahwa kebutuhan warga di Afghanistan pun diperkirakan akan mengalami peningkatan.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved