Sabtu, 30 Mei 2026

Komnas HAM Ungkap Ancaman ke Pembela HAM, dari Kriminalisasi Hingga Serangan Digital

Anggota  Komnas HAM Hairansyah Akhmad mengungkapkan saat ini kondisi para pembela HAM sangat memprihatinkan.

Tayang:
Tribunnews.com/Gita Irawan
Hairansyah. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota  Komnas HAM Hairansyah Akhmad mengungkapkan saat ini kondisi para pembela HAM sangat memprihatinkan.

Hairansyah mengungkapkan sejumlah serangan kerap dialami oleh para pembela HAM.

"Bagi semua pembela HAM pelanggaran ancaman serangan tersebut dapat berbentuk penghalangan atau batasan kegiatan pembelaan pemajuan HAM, serangan fisik, psikis, verbal, seksual, digital, dikriminalisasi, viktimisasi atau berbagai macam bentuk serangan lainnya," ujar Hairansyah dalam konferensi pers virtual, Selasa (7/9/2021).

Serangan tersebut, kata Hairansyah, terutama dialami oleh para perempuan pembela HAM.

Pelanggaran yang dilakukan bahkan hingga menyasar tubuh dan identitas mereka sebagai perempuan.

Baca juga: Komnas HAM: Tren Serangan Terhadap Pembela HAM Semakin Meningkat

"Terutama perempuan pembela HAM yang memiliki keunikan terkait dengan identitas gender dan seksualitasnya. Mereka kerap mengalami pelanggaran, ancaman dan serangan yang menyasar tubuh atau identitas perempuannya," tutur Hairansyah.

Menurut Hairansyah, serangan tersebut ditujukan untuk menghentikan pembela HAM dalam melakukan kerja-kerjanya.

"Jadi secara keseluruhan kami memandang bahwa selama ini tindakan serangan terhadap para pembela HAM terkait erat dengan apa yang diperjuangkannya atau kemudian apa yang dibelanya," kata Hairansyah.

"Jadi secara langsung atau tidak langsung serangan ini juga ditujukan kepada kerja-kerja yang dilakukan, termasuk untuk menghentikan berbagai macam perjuangan atau upaya memperjuangkan hak asasi warga negara," tambah Hairansyah.

Padahal, menurut Hairansyah, keberadaan para pembela HAM sangat penting dalam pemajuan dan perlindungan penghormatan dan penegakan hak asasi manusia.

"Mereka bisa berasal dari mana saja dan dari berbagai macam kalangan dan latar belakang. baik akademisi, politisi, ibu rumah tangga para lansia. Mereka yang berkebutuhan khusus bahkan para penyintas," pungkas Hairansyah. 

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved