Breaking News:

Cerita Nadiem Makarim Antusias Diajak Risma Berkolaborasi Kembangkan Program Merdeka Belajar

Kemensos dan Kemendikbudristek bekerjasama dalam program Pejuang Muda Kampus Merdeka yang fokus pada pengentasan masalah sosial.

Tribunnews/Jeprima
Mendikbudristek Nadiem Makarim. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kemensos dan Kemendikbudristek bekerjasama dalam program Pejuang Muda Kampus Merdeka yang fokus pada pengentasan masalah sosial.

Mendikbudristek Nadiem Makarim mengaku sangat antusias saat diajak berkolaborasi oleh Menteri Sosial Tri Rismaharini.

Menurut Nadiem, program ini merupakan program unggulan dari kedua kementerian yang mengembangkan konsep Kampus Merdeka.

"Saya langsung bilang sama Bu Risma, saya 100 persen mendukung program ini dan bisa akan dijadikan salah satu program yang bisa dibilang program platinum kita. Di mana 20 SKS itu dijamin bagi para mahasiswa yang diterima dalam program ini," ungkap Nadiem dalam webinar peluncuran Program Kampus Merdeka Pejuang Muda, Jumat (17/9/2021).

Mantan CEO Gojek ini mengatakan kolaborasi Kemensos dan Kemendikbudristek dapat menyukseskan visi menciptakan SDM unggul.

Baca juga: Nadiem Makarim: Kampus Wajib Berikan Mahasiswa Jatah 20 SKS untuk Ikut Program Kampus Merdeka

Nadiem berharap kerjasama ini dapat berkelanjutan pada program-program selanjutnya.

"Besar harapan saya kolaborasi ini akan berkelanjutan untuk menghadirkan lebih banyak terobosan di masa depan," ungkap Nadiem.

Program Pejuang Muda Kampus Merdeka, kata Nadiem, akan terus mengalami perbaikan tiap semesternya.

"Akan menjadi program permanen sehingga perubahan yang terjadi di lapangan itu bisa berkesinambungan," ujar Nadiem.

Dirinya berharap kerjasama dalam pengembangan program Merdeka Belajar akan diikuti oleh instansi lain.

Baca juga: Nadiem Resmikan Ruang Praktek Pendidikan Vokasi untuk 3 SMK di Surakarta

"Semoga jadi panutan bagi berbagai macam instansi lain menciptakan program-program Merdeka Belajar yang akan luar biasa menyenangkannya dan punya dampak yg massif untuk generasi penerus bangsa," kata Nadiem.

Seperti diketahui, dalam program Pejuang Muda Kampus Merdeka, para mahasiswa diberikan jatah 20 SKS selama satu semester untuk menangani masalah sosial.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved