Breaking News:

Wakil Ketua Umum MUI Beda Pendapat dengan Letjen Dudung Soal 'Semua Agama Sama di Mata Tuhan'

Anwar Abbas menanggapi pernyataan Pangkostrad Letjen TNI Dudung Abdurrahman yang mengatakan bahwa semua agama sama di mata Tuhan.

Tribunnews.com/Chaerul Umam
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menanggapi pernyataan Pangkostrad Letjen TNI Dudung Abdurrahman yang mengatakan bahwa semua agama sama di mata Tuhan.

Menurut Anwar, maksud dari pernyataan Dudung sebenarnya adalah baik, yakni bagaimana para pemeluk agama yang berbeda bisa hidup berdampingan dengan rukun dan damai di NKRI.

"Tapi untuk mewujudkan cita-cita dan keinginan itu beliau tidak harus menyatakan bahwa semua agama itu adalah sama di mata Tuhan, karena pernyataan tersebut jelas mengundang kontroversi," kata Anwar dalam pesan yang diterima Tribunnews, Jumat (17/9/2021).

Dia mempertanyakan hal mendasar soal Tuhan agama mana yang menganggap semua agama itu sama di mataNya.

Baca juga: Letjen Dudung Disebut Calon KASAD Pengganti Jenderal Andika Perkasa, Rekam Jejak hingga Harta Rp 1 M

"Jadi dalam hal ini jenderal dudung jelas telah salah dalam membuat kesimpulan, karena beliau telah menyimpulkan sesuatu yang memang tidak sama, lalu beliau katakan sama, padahal masing-masing agama itu punya tuhan, kitab suci, orang suci dan tempat-tempat suci serta cara-cara beribadah sendiri-sendiri yang memang sangat-sangat berbeda antara yang satu dengan lainnya," ujarnya.

Baca juga: 1.000 Dai Akan Dapat Bantuan Biaya Operasional Rp 1 Juta Per Bulan dari MUI dan ACT

Maka menurut Anwar, untuk terciptanya kerukunan hidup yang baik di antara para pengikut agama-agama yang ada, bukanlah menyatakan bahwa agama itu sama di mata Tuhan.

"Tetapi bagaimana kita bisa mendorong dan menganjurkan kepada para pengikut dari agama yang berbeda-beda tersebut untuk bisa hidup rukun, aman dan damai," tambah Anwar.

Dia sendiri mendukung soal adanya toleransi, di mana masing-masing pihak bisa saling mengerti, saling memahami dan saling menghargai agama dan kepercayaan orang lain, karena masing-masing pengikut agama itu adalah sah bila mereka menyatakan bahwa agamanyalah yang paling benar.

"Begitu pula dengan umat Islam, mereka juga berhak dan sah untuk menyatakan bahwa agamanyalah yang paling benar. Oleh karena itu, kalau ada orang islam yg berpandangan semua agama itu adalah sama, maka pandangan dan paham tersebut jelas sesat serta bermasalah," pungkasnya.

Baca juga: MUI Apresiasi Langkah Pemerintah Menanggapi Situasi di Afghanistan

Sebelumnya, Pangkostrad Letjen Dudung Abdurachman melaksanakan kunjungan kerja ke Batalyon Zeni Tempur (Yon Zipur) 9/Lang-Lang Bhuana Kostrad di Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, Senin (13/9/2021).

Salah satu pesannya kepada prajurit TNI, Dudung meminta mereka menghindari fanatik yang berlebihan terhadap suatu agama.

“Bijaklah dalam bermain media sosial sesuai dengan aturan yang berlaku bagi prajurit. Hindari fanatik yang berlebihan terhadap suatu agama. Karena semua agama itu benar di mata Tuhan,” ujar Dudung.

Penulis: Reza Deni
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved