Minggu, 31 Agustus 2025

BNPT Mengutuk Keras Penyerangan KKB Terhadap Nakes di Papua

Setidaknya ada lima orang tenaga kesehatan yang awalnya dilaporkan hilang, kemudian ditemukan dalam kondisi luka-luka.

Penulis: Chaerul Umam
istimewa
Komjen Boy Rafli Amar. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Boy Rafli Amar mengutuk keras kejadian penyerangan teroris kelompok kriminal bersenjata (KKB) terhadap tenaga kesehatan (nakes) di Distrik Kiwirok, Papua Lamek Tablo yang terjadi pada Senin, 13 September 2021 pagi.

"BNPT mengutuk aksi-aksi kekerasan seperti itu dan turut berbelasungkawa terhadap tenaga kesehatan yang gugur dalam insiden tersebut," ujar mantan Kepala Divisi Humas Polri ini, Sabtu (18/9/2021).

Sebelumnya, sejumlah fasilitas umum, termasuk Puskesmas di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, dibakar oleh KKB.

Setidaknya ada lima orang tenaga kesehatan yang awalnya dilaporkan hilang, kemudian ditemukan dalam kondisi luka-luka.

Baca juga: Tenaga Kesehatan Gugur oleh KKB, Anggota Komisi III Minta TNI-Polri Tumpas Kelompok Teroris di Papua

Sebelumnya, Kepala BNPT juga pernah berkunjung ke Timika, Papua guna mengecek kondisi keamanan disana. Boy Rafli menegaskan, Penetapan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua sebagai kelompok teroris, tidak menutup pendekatan humanis oleh pemerintah dalam mengatasi konflik yang cukup intens terjadi di Bumi Cendrawasih belakangan ini.

Untuk itu, ia menilai perlu adanya peningkatan kerja sama dengan seluruh aparat penegak hukum seperti TNI/Polri di kawasan tersebut, agar KKB Papua tidak lagi memiliki ruang gerak yang luas.

"Koordinasi antar penegak hukum yang ada di Papua sangat diperlukan untuk dapat mengusut tuntas dan terus melakukan upaya penangkapan terhadap mereka yang terlibat," ucapnya.

Menurut Boy, TNI telah menugaskan satgas Namengkawi untuk melakukan pengejaran terhadap kelompok kriminal sebagai upaya menghentikan aksi teror KKB.

Baca juga: Hasan Basri Mengutuk Keras Pembunuhan Terhadap Nakes dan Masyarakat Sipil Di Papua

Boy berharap setiap unsur masyarkat di Papua dapat terlibat dalam penyelesaian konflik KKB.

"Intinya dengan kolaborasi  antara tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk menyamakan tekad saya yakin dapat menghasilkan hasil yang lebih baik," pungkasnya.

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan