Breaking News:

Bakamla: Eskalasi Konflik Tengah Berkembang di Laut Natuna Utara

Badan Keamanan Laut (Bakamla) Republik Indonesia menyampaikan perkembangan yang terjadi di Laut China Selatan atau Laut Natuna Utara.

Penulis: Reza Deni
TRIBUNNEWS.COM/PUSPEN TNI
Kepala Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) Laksdya TNI Aan Kurnia, S.Sos., M.M., yang diwakili Deputi Kebijakan dan Strategi Laksda Bakamla Tatit E. Witjaksono, S.E., M.Tr. (Han) secara resmi membuka Coast Guard Basic Training (CGBT) bagi personel Bakamla RI angkatan VIII di lapangan Samudera Mako Pusdiklatsarmil Juanda, Sidoarjo, Rabu (15/9/2021). Pembukaan Coast Guard Basic Training diikuti 119 personel Bakamla yang terdiri 93 orang pria dan 26 orang wanita. TRIBUNNEWS.COM/PUSPEN TNI 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Keamanan Laut (Bakamla) Republik Indonesia menyampaikan perkembangan yang terjadi di Laut China Selatan atau Laut Natuna Utara.

Kepala Bakamla Laksamana Madya TNI Aan Kurnia mengatakan bahwa eskalasi konflik di Laut Natuna Utara memang berkembang belakangan ini.

Adapun eskalasi itu terjadi seiring resminya aliansi antara Australia, Inggris, dan Amerika Serikat.

"Kita perlu memahami apa saja dampak langsung dan tidak langsung untuk Indonesia. Bahkan kita lihat Perancis sudah begitu keras dia memulangkan dubes yang ada di Amerika maupun di Australia," ujar Aan saat rapat dengar pendapat bersama Komisi I DPR RI, di Gedung DPR, Senin (20/9/2021)

Dengan begitu, Aan pun memprediksi kekuatan militer asing yang ada di Laut Natuna Utara akan berdampak pada keamanan di sana.

"Kami tidak terlalu banyak ke sana karena ini bidang pertahanan, tapi paling tidak ini menyinggung juga tentang keamanan di sini," ucapnya.

Baca juga: Ancaman Kapal China di Natuna, Prabowo Bawa Lisensi Kapal Perang Inggris

Aan juga menjelaskan soal dampak tidak langsung meningkatnya konflik di Laut Natuna Utara terhadap Indonesia.

"Dampak tidak langsung adalah perlombaan senjata dan sebagainya, kemudian juga ada gangguan lalu lintas pelayaran risiko meningkat sehingga kalau larinya ke ekonomi keamanan maka asuransi akan meningkat, biaya logistik juga meningkat, itu dampak keamanannya," tandasnya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved