Breaking News:

Calon Hakim Agung

Calon Hakim Agung Dwiarso Jelaskan Pentingnya RUU Perampasan Aset

Calon hakim agung, Dwiarso Budi Santiarto, menilai kehadiran Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset cukup penting.

Penulis: Reza Deni
Repro/KompasTV
Ketua Majelis Hakim, Dwiarso Budi Santiarto membacakan vonis hukuman kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, di Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (9/5/2017). Ahok akhirnya divonis terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penodaan agama dan dijatuhi hukuman pidana selama 2 tahun penjara. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calon hakim agung, Dwiarso Budi Santiarto, menilai kehadiran Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset cukup penting.

Menurutnya, beleid itu untuk mencegah tak asal ambil aset bagi pelaku tindak pidana korupsi.

"Jadi tidak menjadikan aparat itu sewenang-wenang. Asal ada, ambil, tapi di sini ada guidance-nya," kata Dwiarso dalam uji kelayakan calon hakim agung di Komisi III DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (20/9/2021).

Dia menilai perlu dibedakan aset hasil kejahatan dengan yang sudah dialihkan atau dicuci. Aturan main itu harus diperjelas.

"Karena semakin jelas di situ aset yang bagaimana yang bisa dirampas," ujar Dwiarso.

Lebih lanjut, Dwiarso menambahkan RUU Perampasan Aset akan mencegah pihak yang berperkara merasa dizalimi.

Baca juga: Dwiarso Disoroti Komisi III soal Vonis Kasus Ahok, dalam Uji Kelayakan Calon Hakim Agung

"Terutama tersangka atau terdakwa ini. Tidak main rampas, nanti enggak jelas akhirnya," ucap dia.

Sebanyak sebelas nama calon hakim agung diusulkan Komisi Yudisial (KY). Mereka yang diusung terdiri dari calon hakim agung kamar perdata, militer, dan pidana.

Berikut adalah daftar nama CHA yang diusulkan:

Kamar Pidana

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved